7 Apr 2010

Jiwa Yang Hilang *hiksu* T^T

Title : Jiwa yang Hilang

Genre : Sadness + Romance ^^

Rating : +++16 *intinya sapa ja blh kq*

Cast : >>> Meirin * aku *
>>> Karin
>>> Rha
>>> Mama
>>> Papa
>>> Many more +org2 gila+ haha. . .



Silakan menikmati. . . *welegh*
Read my 3rd penpik...(- ,-)
*maap telat lama bgt, UN sih*
Haha

Douzo~





Minggu pagi yang cerah, inilah hari yang kutunggu-tunggu. Saat ku duduk diam
merenung dikamar, indah rasanya.



Hari minggu ini akan ada Festival Kebudayaan Jepang di SMA Karakiri. Akhirnya bisa kumpul sama anak-anak otaku di Solo.




+dare datte shippai wa surunda....+



Terdengar HP-ku berdering.



KARIN



Nama itu muncul di layar, segera ku angkat.


“Halo, iya cik ada apa?” tanyaku sambil kucek-kucek mata.
“Nanti jadi kan? Kamu ke rumahku dulu ya. Biar nggak pisah gitu.hehe.” kekehnya.
“Iya cinta, nanti aku kesana jam 08.00, jadi kamu harus sudah siap.”
“Okey cuy, aku tunggu ya. Arigatou.”


Piip…piip…


Ya, itu dia si Karin.



Sahabat yang selalu menemaniku setiap aku butuhkan.
Salah satu otaku di Solo dan sekaligus teman sekolahku.







Oiya, perkenalkan namaku Meirin, orang gila yang tergila-gila sama Nippon.
+mulai dech, maklum yak+


Pekerjaan rumah yang biasa aku kerjakan akhirnya sudah selesai juga, menyapu rumah, mencuci
peralatan makan, membereskan kamarku yang selama seminggu aku biarkan
begitu saja seperti kapal pecah, fuiih cuapeknya.


Ternyata sudah jam segini, aku harus cepat-cepat mandi nanti keburu di
marahin Karin. Hanya kata itu yang bisa di terima oleh otakku.




“Ma, Pa... aku berangkat dulu ya keburu telat nih.” Kataku.
“Iya, hati-hati ya.
Jangan luoa makan siang.” Pesan mama.


Buru-buru aku mencium kening mereka dan berlari menuju motor kesayanganku.





Beberapa menit kemudian akhirnya sampai juga di rumah Karin.
Ternyata dia sudah menungguku di depan
rumahnya.
“Maaf deh rada telat. Hehe.” Kataku.
“He-eh. Gapapa kok. Lagian juga masih jam segini. “ jawabnya.
“Pah, aku berangkat dulu ya.” Ujarnya.
“Om, kami pergi dulu.” Kataku
“Iya, tolong jaga anak om yang bandel ini.”
“Siap bos!” jawabku sambil memberi hormat.


***


.ciit...






Akhirnya sampai juga di tempat tujuan kita. SMA karakiri.




Cosplayer!!!!






Oh My God!!!



Setelah terkurung dalam dunia yang sangat membosankan akhirnya aku
bisa melihat suasana seperti ini
Soalnya beberapa bulan yang lalu aku
terkunkung dan berkutat dengan tumpukan buku yang super duper tebal.





Rasanya seperti hidup kembali. +lebay+ *___*

Sejauh mata memandang yang aku dapati hanyalah segerombolan motor.



Ahh tidak~






Tiketnya. . . .





***

Tiba-tiba ada benda jatuh menimpa kepalaku.


“Nih... buat kalian.” Ujar seseorang.





Suara ini. . . .


Ya, tidak salah lagi. . .





“Ahh Kamu, ternyata benar duganku.” Kataku
sambil menepuk punggungnya.

“Aduh, sakit tau. Jadi nggak terima kasih ya
udah aku belikan tiketnya buat kalian berdua.” Sindirnya.

“Ahh, arigatou
masnya.” Jawab Karin.
“Nah, gitu donk. Tapi ada yang masih belum sadar juga.”
Ledeknya.

“Iye-iye. Tingkyuu yua masnya.” Kataku.
“Tumben kalian baru datang,
biasanya kalian paling rajin kalo datang ke acara beginian.” Sindirnya lagi.
“Yee, tau ndiri kami sibuk. Jadi wajar lah,. Ya nggak Rin.” Elakku.


Dia. . .


Ya, dialah yang sekarang telah merenggut hatiku.

Orang yang selama bertahun – tahun sudah aku anggap seperti kakak, tapi sekarang sudah beda.



Perasaan ini beda. Bukan lagi perasaan sebagai adik – kakak.





Apa aku. . .





***



Tak terasa kami pun larut dalam suasana yang indah ini. Langkah demi langkah kami
menuju pintu masuk.


Suasana beda pun menyelimuti mata ini, Festival.





Lama sekali aku mengharapkan hal ini terjadi lagi dalam hidupku ini. Aku hanya ingin hari ini tak berakhir.



“Mey.” Sapa seseorang.
“Hei, ohisashiburi desu ne. ogenki desu ka?” jawabku sambil memeluknya.





Ya, dia salah satu teman kami, Rha.
Dan di belakangnya ada banyak sekali teman-teman yang lain.
“Woi, kami tak kau peluk juga nih.” Ledek yang lain.


“Haha, bukan makhromnya kali.” Balasku.

Gelak tawa pun meledak seketika.



Aku sangat bahagia, ternyata masih banyak teman-teman yang menghargai aku hidup di dunia yang fana ini.






Semua pernak-pernik festifal tampak sangat meriah sekali, itu yang membuyarkan lamunan jelekku tadi.


Dan semakin ke dalam semakin ramai dan semakin menarik.
Banyak sekali stan-stan, mereka menjual berbagai macam makanan khas
Jepang, komik, kerajinan, dan masih banyak lagi, rasanya ingin membawanya pulang ke rumah.



+dare datte shippai wa surunda....+


Segera aku angkat HP yang ada di genggamanku itu.






“Halo. . .iya, ada apa?” tanyaku.


“Mey, ini aku. Kamu udah masuk ke dalam belum?” Tanya seseorang di seberang sana.



“Ahh, iya. Maksudnya ke matsuri? Udah dari tadi lah. Kamu kemana aja? Kamu jadi kan kesini?” tanyaku panjang lebar.


“Iye neng. Aku udah sampai nih. Kamu dimananya?”
“Aku ada di stage nih kamu buruan kesini lah.” Pintaku.
“Sip. Aku kesana sekarang.” Jawabnya seraya mematikan HP.



Wah akhirnya bisa ketemu sama teman baru lagi yang sealiran dan itu sangat menyenangkan punya banyak teman sesama otaku.




Tapi ini lah akhir dari mimpi indahku, babak baru segera aku main kan.





“Mey, ayo kita ke rumah hantu. Seru tuh pastinya.” Ajak Karin. Mau tak mau aku ikut juga, padahal aku takut banget sama yang namanya hantu.


Tak lama kemudian teman baruku datang.



Awalnya aku merasa senang dan bahagia, tapi semua itu buyar.
Kalian pasti ingat, teman yang aku panggil mas tadi ternyata terlihat marah sekali.


Mata yang tajam itu menusuk sampai ulu hatiku.




Perasaan apa ini.




Sakit. . . .





***





Akhirnya, langit pun sudah tak kuat menahan perihku ini.






Gerimis.




Semua orang berhamburan ke tepi, kecuali aku.




Aku merasakan ada yang menarik tanganku kebelakang, tapi siapa.




Ternyata dia. . .



Oh Tuhan,



Apa aku salah menyimpan perasaan ini sendiri.



“Dhek, kamu apa – apaan sih. Tau ujan juga.” Bentaknya.



“Ma-maaf.” Jawabku sambil menunduk. Tiba – tiba. . .




Jemarinya melingkar di punggungku. Apa ini. . .



Tapi, kejadian itu hanya sekejap saja.
Ya, karena teman baruku datang dan menggandeng tanganku erat.





***




Cosplay cabaret pun dimulai. . .


Saat itu aku naik diatas meja dan sejenak melupakan kejadian tadi. Aku mulai tersenyum kembali karena ceritanya lucu banget.




Aku semakin kaget lagi, ternyata dia ada di belakangku.
Dia duduk manis di belakangku sambil memandang kearahku dengan senyum manisnya.
Dia sangat manis sekali saat senyum dan sanagt menakutkan kalau tatapan matanya kita pandang.





Deg...deg...deg...



Mungkin itu suara jantungku saat ini.




“Mey adekku, kamu kenapa? Dari tadi bawaanya murung terus, katanya mau kesini.” Kata dia.
“Ahh, iya mas. Kamu juga tau aku baru aja putus sama cinta pertamaku. Masih sakit mas, masih perih.” Jawabku.
“Iya, aku paham. Tapi bukan kayak gini dong, namanya menyiksa diri. Aku nggak mau adekku yang cantik ini nangis lagi gara – gara cowok.”






Dalam hati kecilku aku hanya bisa berkata, kamu yang bisa membuatku semangat. Mungkin hanya kamu seorang.







***


Ternyata takdir berkata lain.




Aku mungkin tak di takdirkan bersamanya. Entah sampai kapan.






Aku melihat di situs jejaring sosialnya ada seorang cewek yang memanggilnya dengan sebutan “Yank”. . .




Sesak.




Aku mulai menjauh darinya.




Aku tak ingin menggangunya lagi. Aku takut, takut akan merusak hubungannya dengan wanita itu. Aku tak mau di sebut – sebut sebagai orang ketiga, ditambah lagi cewek itu juga kenalanku.






***


Lembaran – lembaran baru mulai aku tapaki lagi. Aku sudah bisa sedikit demi sedikit menjauhi dia.



Tak disangka – sangka, aku dan teman baruku itu jadian.



Ya, jadian. Aku tak tau kenapa aku bisa memilihnya. Atau jangan – jangan dialah orang yang sampai detik ini setia menemaniku. Setia mendengarkan curahan hati yang beku ini.




Tapi kenapa bayang – bayang cinta pertama dan dia selalu terngiang di benakku.


Sudahlah, aku harus jalani ini dengan benar. Aku tak mau pilihan ini salah lagi.




+dare datte shipai wa surunda...+




“Halo.” “Halo sayank, ini aku. Kamu masih belum tidur kan?”


Hahh. . .
Pertanyaan itu. Aku sesungguhnya malas menjawabnya, tapi statusku pacarnya.

Oh Tuhan. . .




***


>>> 3 bulan kemudian




Aku putus lagi.




Memang benar kata orang – orang, aku tak beruntung dalam masalah percintaan.



Haha.



***


>>> 1 tahun kemudian




Aku sudah terbiasa dengan hari – hari tanpa kekasih.



Aku merasa bebas.



“Oiii, Mey.” Sapa Karin. “Oiii. . .” “Ehh, main yuk lama nih nggak jalan sama temen – temen yang lain.” Ajknya. “Oke, ayo sekarang.” Kami berenam jalan-jalan di sebuah mall di Kota Solo tercinta ini.



Kami bersenda gurau, ketawa-ketiwi, dan yang paling penting kita bisa narsis bareng lagi. Hehe. Yach, beginilah kehidupanku sebenarnya. Jauh dari rasa murung dan sedih.





“Sob, kalian mau lanjut kuliah kemana nih?” tanyaku.
“Kalo aku sih rencananya mau ke Jogja.” Jawab Karin.
“Aku ke Jakarta.” “Iya, kami berduajuga mau ke Jakarta nih.” Jawab Usagi dan Sonoko serempak seraya membenarkan jawaban si Kaori.
“Aku mau ke Bandung nih. Kalo kamu Mey?” kata Aida.
“A-aku. . . cukup di Solo aja kok.” Jawabku singkat.
“Kenapa say, kamu kan niat mau ke Jogja.
“Iya, tapi ortu nggak ngijinin. Mereka takut pisah sama aku.”
Aku merebahkan kepala di bahu Karin, dan mulai meneteskan air mata lagi!!!!






***

Senja pun mulai datang, berhubung malam minggu kami pun melanjutkan perjalanan kami. Belanja. . . haha.




Sepanjang kami melemparkan mata, yang kami lihat hanya sekelompok anak muda yang asyik bermesraan dengan pasangan mereka.
Sempat terbersit dalam benakku berkhayal ingin rasanya memiliki dia.
Seorang pacar yang merangkap menjadi seorang kakak.
Sudahlah, apa gunanya aku memikirkannya lagi. Toh dia sekarang sudah bahagia.




BRUUK



“Auuw. . .” teriakku. “Maaf, aku nggak sengaja.” Jawab seorang pria.
“Adek. . .” tambahnya. “Haaa. . .oh kamu mas.” jawabku. “Mey, kamu nggak pa-pa?” Tanya mereka serentak.
“Sini aku bantu dhek. Makanya kalo jalan tuh liat depang donk.”
“I-iya deh.”






Deg. . .deg. . .deg. . .





Apa lagi ini? Aku tak mau mencintai dia, dia cuma seorang kakak buatku, tak lebih. Tuhan Bantu aku untuk membencinya. Tolong aku. . .





***




Pagi ini begitu cerah, tak biasanya aku seceria ini.
Apa akan kabar baik datang?






+dare date shippai wa surunda. . .+


NO NUMBER. . .

“Halo. . .”
“Iya, halo siapa ini?” tanyaku. “Ini aku pemuja rahasiamu.” Katanya.
Weits, sapa lagi nih. Aku memang banyak yang naksir sih jadi nggak heran juga. +kepedean+ *____*
“Bisa nggak kita ketemu di taman? Ini penting banget neng.” Pintanya.
“Tapi kamu siapa? Aku nggak akan datang kalo kamu nggak mau ngaku.” Jawabku keras.
“Aku temanmu juga kok, udah datang ya. Aku nggak bakal macem-macem sama kamu cinta.”







***


Setengah jam kemudian aku sampai di tempat yang ia janjikan.
Sepi.
Aku malah jadi takut.
Hiiiii~

Dari belakang terasa angin semilir meniup leherku.
Aku hanya bergidik ngeri.
Tiba-tiba. . .

Kyaaaaaaaaa~






Tangan itu pun menutup bibirku, hingga aku tak bisa berteriak.
Perlahan aku mulai melihat wajahnya, ternyata. . .



“Kamu???” kataku kaget.
“Hehe, iya dhek ini aku. Maaf sudah membuatmu ketakutan seperti ini.” Jelasnya.



“Berarti tadi yang. . .”


Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, dia sudah menciumku.





“Iya dhek, aku sadar aku sayang kamu. Aku tak sanggup kehilangan kamu lagi. Sudah cukup sampai disini pengembaraan cintaku. Aku benar-benar serius denganmu. Apa pun jawaban darimu adalah keputusanmu. Tapi, aku berharap kita bias menjalin hubungan dengan lebih baik lagi. Aku mohon, mau kah kamu menjadi pacar dan sekaligus sahabat?” pintanya.


Aku bingung, secara nggak langsung aku bakal kehilangan kakak, tapi di lain sisi aku juga sangat senang mendengar pengakuannya.



Ya Tuhan, semoga jawabanku kali ini benar.





“Kak, terima kasih banget selama ini kamu baik banget sama aku. Aku tak tau harus bilang gimana ke kamu. Kamu sesosok kaka yang baik dan penyayang adeknya. Tapi untuk menjadi seorang pacar. . .”


Dia menutup bibirku, dan langsung memelukku. Erat. . .


“Sudah tak apa dhek, kalo itu adalah pilihanmu. Makasih, aku akan tetap menjadi kakak bagimu.”



Dia melapaskan pelukannnya perlahan.


Sakit.



Aku hanya bisa melihat punggungnya.




“. . .Tapi untuk menjadi seorang pacar, aku tak menolaknya kak.” Lanjutku seraya berlari memeluknya.



“Yang bener nih?” Tanya dia seolah tak percaya.


“Iya, aku sebenarnya juga sangat menyayangimu, lebih dari seorang kakak.
Tapi aku takut akan terulang seperti dulu lagi.”


Dia membalikkan badan dan mengusap air mataku yang terus bercucuran, mengalir melewati sela-sela pipi tembemku.



“Makasih cinta, aku tak akan mengecewakanmu seperti masal lalu kamu. Percayakan semua padaku. Kamu boleh membuang nomer hapeku, membenciku seumur hidupmu dhek.” Kata dia sambil meyakinkanku.



***


“Ohayou putri cantikku.”


Aku mendengar seseorang memanggil namaku dan mengelusku lembut.
Aku mulai membuka mataku perlahan, dan ternyata dia datang.

“Ayo bangun, udah pagi gini masih ngorok aja. Buruan gih mandi ntar telat sekolahnya.”
“Iya cinta, ini juga udah bangun. Masih kumpulin nyawa nich. Hehe.”


Dia, ternyata telah kembali seperti kebiasaannya dulu.
Setiap pagi selalu menyempatkan dating untuk membangunkanku.
Tak heran juga sih, karena kami teman masa kecil.
Orang tua kami sudah maklum, karena kami seperti saudara dan yang paling penting dia tidak macam-macam denganku.
Haha.


“Hush, pagi-pagi udah bengong ntar kesambet. Mikirin ciuman kemarin ya?? Hihi. Ayo ngaku. . .” ledeknya.
“Apaan sih, jahat banget.”
“Ya sudah, buruan mandi bau tuh. Aku tunggu di bawah ya.” Katanya sambil mengecup keningku.




***


Aku masih tak menyangka akan jadi seperti ini akhir kisah cintaku.
Aku senang akhirnya akan menjadi seperti ini, tapi kadang aku pun merasa sedih, karena sosok kakak yang selama ini aku impikan malah menjadi pacarku.



Tapi satu hal yang aku suka darinya, yaitu rasa sayangnya masih tetap seperti dulu, kakak yang aku kenal.


Kadang saat kami melintas didepan teman-temannya banyak tatapan iri and benci menatapku.



Sosok pangeran impian yang selama ini di impikan oleh banyak orang, kini takluk di tangan anak SMA.
Tapi senang juga sih, di saat aku membutuhkan seorang kakak, dia selalu hadir di sampingku dengan kelembutan hatinya.







***

FIN

5 Mar 2010

1 oF My FAVoRiTe BAnd +ceile+ XD

Hohohoho…Untuk perkenalan Mey pengen memperkenalkan band favorite Mey yaitu ‘Larc en Ciel’. Eh….? mungkin minna san udah banyak yang pada tau tentang j band yang satu ini. Maklum…..udah populer banget sih ya ^.^ Tapi nggak apa-apa kan bila Hika bahas sedikit review-nya…^,^) Sekalian untuk yang belum pada tau siapakah itu ‘Laruku’? Hehehehehe…..silakan baca pembahasan Hika dibawah ini…… m(u__u)m …..Larc~en~Ciel atau yang sering disebut dengan ‘Laruku’ (dari kata ‘larc’) adalah sebuah band jepang beraliran musik rock (j rock) yang sangat populer baik di negeri asalnya (jepang) maupun diberbagai negara asing (termasuk indonesia^.^v).



Band ini beranggotakan 4 cowok keren yaitu Tetsu (Tetsuya Ogawa) sebagai bassist merangkap leader, Hyde (HidetoTakarai) sebagai vocalist merangkap guitarist, Ken (Ken Kitamura) sebagai guitarist, danYuki (Yukihiro Awaji) sebagai drummer. Band ini didirikan oleh Tetsu pada Februari 1991 dan namanya sendiri ‘Larc~en~Ciel’ diambil dari kata dalam bahasa Perancis yaitu dari sebuah film yang pernah ditonton oleh Tetsu berjudul sama yang berarti ‘lengkungan di langit’ atau ‘pelangi’.
Mantan personel larc yang dulu ialah Hiro (1991-1992) pada posisi guitar, Pero (1991-1992) pada posisi drum, dan Sakura (Yasunori Sakurazawa)(1992-1997) pada posisi drum. Sakura keluar dari band karena pernah terlibat kasus narkoba. Album pertama mereka ‘Dune’ yang keluar pada 1 April 1993 dibawah naungan indie label Danger Crue sukses diantara chart-chart indie lainnya. Hal tersebut menarik perhatian major label yaitu Ki/oon divisi Sony untuk mengontrak mereka sebagai major band. Album keduanya ‘Tierra’ (Bumi) yang keluar pada tahun 1994 dilanjutkan dengan ‘Heavenly’ pada tahun 1995, ‘True’ tahun 1996 (meraih platinum dari hasil penjualannya), ‘Heart’ tahun 1998, ‘Arc’ dan ‘Ray’ tahun 1999 (hasil penjualannya masing-masing mencapai 2 juta copy dan sukses dikeluarkan hingga di beberapa kota di Asia), dan pada tahun 2000 mengeluarkan album ‘Real’. Setelah sukses mengeluarkan lagu baru berjudul Spirit dreams inside sebagai soundtrack untuk film Final Fantasy: The Spirits Within yang secara tidak langsung mengangkat nama mereka ke dunia musik Internasional, para personil larc sibuk dengan berbagai solo karir mereka sendiri. Hyde sibuk dengan album solonya (roentgen dan 666) dan bermain di beberapa film (moonchild dan last quarter~kagen no tsuki). Ken membentuk Sons of All Pussys bersama mantan drummer L'Arc~en~ciel, Sakura. Tetsu juga membuat solo album dengan nama Tetsu69 dan Yukihiro menjadi vokalis untuk band Acid Android. Maka pada tahun 2001 keluarlah album the best mereka Clicked Singles Best 13 yang terdiri dari 12 lagu hasil dari pilihan fans mereka secara online.
Banyak isu yang menyebutkan kalo band ini bakalan bubar. Tapi pada Februari 2004 mereka kembali menggebrak dunia permusikan Jepang dengan singgle baru ‘Ready Steady Go’ yang juga dijadikan sebagai soundtrack film animasi ‘Fullmetal Alchemist’. Single ke-2 nya yang berjudul Hitomi no juunin dirilis pada awal Maret. Tak lama kemudian keluarlah album ‘Smile’ pada tanggal 31 Maret 2004. Ditahun yang sama singgle Jiyuu e no Shoutai pada bulan Juni. Lalu album ‘Awake’ pun keluar pada tanggal 22 Juni 2005 dengan single-singgle andalan seperti Killing Me, New World, Jojoushi, dan Lost Heaven. Lost Heven sendiri menjadi lagu ending dari Fullmetal Alchemist The Movie dan opening dari film tersebutpun berasal dari lagu milik Larc~en~Ciel dengan judul ‘Link’ . Dan pada tahun 2006 mereka kembali disibukkan dengan solo karir mereka masing-masing. Baru pada tahun 2007 ‘Kiss’ ini Larc kembali mengeluarkan singgle-singgle diantaranya Shine, Seventh Heaven dan My Heart Draws a Dream.

nih salah satu clipx...
hehe


29 Jan 2010

STreSss. . .

Kapan aku bener-bener sehat??? +pikiran+
Capek tau kayak gini mulu. . .
emang aku mau nungguin kamu lama-lama???
aku juga manusia, pasti ada saatnya aku jenuh....







aku cuma pengen kamu perhatiin...



pengen kamu sanyank......








Jangan sampe aku nangis lagi hanya karena kamu aja.!!!!



sudah cukup penderitaanku ini...




masih mikirin UN, malah ditambah kamu..... +bukan cow ku lho y+
XD




buat yang nyadar,,,

syukur deh....

XDD

12 Des 2009

Wonderfull World -TETsu69-

目と目が合った瞬間 僕の心の中に眠る
遠い昔に置いてきた 恋心がはじけて
何だか不思議なくらい 自分が自分じゃないみたい
見る物全てが輝き 空も飛べる気がした

曇りガラスの向こう側に 何があるというの
光溢れるこの広い空の下で 今二人風になったんだね

いくら考えても答えなんてないさ
君がいる 僕がいる ただそれだけでいい
明日のことなんて誰にもわからない
神様が僕達にくれた出会い なんて素敵なんだろう

夏の陽射しに誘われ まっすぐ海まで続く道
君と二人風に吹かれ よく行ったねあの場所

砂に書いたメッセージ 波にさらわれてしまう
Can you feel it in your heart?

風に吹かれる君の長い髪に心溶けて
君の笑顔を見る度に だんだん勇気が沸いてくる そんな気が
した

いくら考えても答えなんてないさ
君がいる 僕がいる ただそれだけでいい
明日のことなんて誰にもわからない
神様が僕たちにくれた出会い なんて素敵なんだろう
この広い世界で 君と巡り会えた
不思議だね 夢ならば このまま覚めないで
恐がることないさ きっとうまくいくさ
このままじゃ終わらない 素晴らしい世界が待ってるんだろう

9 Des 2009

L'ArC eN cieL (Raruku An Shieru)




L'Arc~en~Ciel ラルク アン シエル (Raruku An Shieru ?) adalah nama grup musik Jepang beraliran J-Rock. Band ini beranggotakan hyde (vokal), ken (gitar), tetsu (bass), dan yukihiro (drum). Grup musik ini didirikan oleh Tetsu pada Februari 1991. Nama "L'Arc~en~Ciel" berasal dari sebuah kata dalam bahasa Perancis yang secara harifiah berarti "lengkungan di langit" atau "pelangi", nama ini diambil dari judul sebuah film Perancis yang pernah ditonton oleh Tetsu.

Di Jepang saja, band ini telah menjual lebih dari 25 juta kopi album dan singel.

Mantan personel yang sempat memperkuat band ini:
Sakura (drum) (1992-1997) digantikan oleh Yukihiro karena memakai narkoba dan masuk penjara.
Hiro (gitar) (1991-1992)
Pero (drum) (1991-1992)

Awal terbentuk

Osaka, sekitar awal tahun 1991 dua orang anak muda bernama Tetsu dan Hiro membentuk sebuah grup band. Tetsu berperan sebagai bassis berikut vokal sementara Hiro sebagai gitaris. Pada waktu itu Hyde masih menjadi gitaris di sebuah band bernama Kiddies Bomb, yang kemudian berganti nama menjadi Jerusalem’s Rod dan Hyde berganti posisi menjadi vokalis (meskipun pada saat itu ia sama sekali tidak tertarik dengan perannya tersebut).

Pada suatu hari Tetsu menyaksikan penampilan grup band tersebut untuk kali pertama. Ketika itu ia merasa yakin bahwa Hyde adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi vokal di grup band-nya. Maka selama beberapa waktu ia terus mengikuti penampilan band tersebut, hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mengajak Hyde dan rekannya di Jersarem’s Rod, Pero untuk bergabung dengannya. Setelah beberapa kali melakukan session, Hyde akhirnya memutuskan untuk meninggalkan band lamanya dan bergabung bersama band Tetsu. Maka terbentuklah formasi paling awal L’Arc~en~Ciel, yakni Tetsu (bass sekaligus pemimpin band), Hyde (vokal), Hiro (gitar), dan Pero (drum).

Nama L’Arc~en~Ciel sendiri diusulkan oleh Tetsu yang terinspirasi oleh sebuah film Perancis yang berjudul sama. L’Arc~en~Ciel diambil dari Bahasa Perancis yang memiliki arti PELANGI.

Penampilan live pertama mereka yaitu pada tanggal 30 Mei 1991 di Nanba Rockets. Bahkan ketika itu sang pemilik panggung berpikir bahwa L’Arc~en~Ciel akan menjadi sangat terkenal, dan hal itu terbukti beberapa tahun kemudian.
[sunting]
Pengunduran diri Hiro & masuknya Ken

Pada bulan Juni 1992 tanpa alasan yang jelas, Hiro mengundurkan diri tepat sebelum mereka akan memulai demo rekaman. Setelah berbagai macam persiapan yang telah mereka lakukan sebelumnya untuk rekaman, misalnya mereka telah menyewa studio dan lain sebagainya, tentu akan sangat konyol apabila mereka membatalkannya. Maka Tetsu kemudian membujuk Ken, teman masa kecilnya untuk membantu dalam pembuatan demo. Ken menyanggupinya dan pada waktu itu ia harus menghafal seluruh lagu yang akan dimasukkan ke dalam album dalam waktu yang cukup singkat, yakni 5 hari, akan tetapi ia mampu melakukannya, dan proses rekamanpun akhirnya dapat selesai dalam 3 hari.

Akan tetapi muncul masalah baru, mereka harus manggung, namun Ken pada saat itu masih berstatus mahasiswa jurusan Arsitektur semester akhir di sebuah perguruan tinggi di Nagoya. Tentunya akan sulit melakukan dua kegiatan sekaligus, kuliah dan nge-band. Akhirnya hanya dalam tempo 3 hari saja Ken mengambil satu langkah berani dengan memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliahnya dan bergabung dengan L’Arc~en~Ciel (meskipun pada saat itu ia tidak begitu yakin akan masa depannya di musik). Keputusannya itu tentu saja ditentang habis oleh orang tuanya yang menginginkan ia menjadi seorang sarjana. Akibatnya ia diusir dari rumah dan tidak pernah bertegur sapa lagi dengan orang tuanya.

Pada tanggal 1 Oktober 1992, mereka merekam Voice untuk album Omnibus CD bertajuk “Gimmick”. Beberapa minggu kemudian, tepatnya tanggal 25 November 1992 mereka merilis single pertamanya yang berjudul Flood of Tears (c/w Yasuoka) sehingga aktivitas panggung mereka bertambah padat dan penggemar pun mulai bertambah.
[sunting]
Masuknya Sakura

Tanggal 30 Desember 1992 lagi-lagi L’Arc~en~Ciel harus kehilangan salah satu anggotanya. Pero mengundurkan diri tepat setelah penampilan live mereka di Osaka Music Hall. Maka kemudian Tetsu mulai mencari drummer pengganti, ia lebih memilih untuk mencarinya di Tokyo, toh pada saat itu ia pikir pada akhirnya mereka akan merantau ke Tokyo.

Pada suatu hari ia melihat penampilan Sakura yang langsung menarik perhatiannya. Kemudian Tetsu mencoba mengajaknya bergabung bersama L’Arc~en~Ciel dengan cara mengirimkan demo tape kepada Sakura. Lantas Sakura pun pergi ke Osaka untuk melakukan jam session bersama mereka. Dan setelah itu ia secara resmi bergabung dengan L’Arc~en~Ciel pada 16 Januari 1993.
[sunting]
Album perdana

Pada tanggal 10 April 1993, album pertama mereka sebagai band indies, yang bertajuk DUNE dirilis dan meraih kesuksesan. Album tersebut berhasil meraih posisi puncak di Oricon Indies Chart (Tangga Lagu Terpopuler di Jepang) pada bulan Mei, dan hanya dalam tempo 3 bulan berhasil terjual sebanyak 20.000 keping CD. Hal tersebut membukakan kesempatan bagi mereka untuk tampil di dalam konser band-band indies “Karei naru masho” yang diadakan di Shibuya Kokaido, yang ketika itu disaksikan oleh sekitar 2000 penonton. Maka popularitas L’Arc~en~Ciel mulai berkembang tidak hanya di Osaka, namun sudah mulai merambah ke Tokyo. Dan pada bulan September 1993 mereka pindah ke Tokyo untuk meningkatkan karier mereka (meskipun Hyde tidak terlalu menyukai gagasan pindah ke Ibukota Jepang tersebut).
[sunting]
Memasuki label musik besar

Video single mereka Nemuri Ni Yosete dirilis pada tanggal 1 Juli 1994, menyusul dua minggu kemudian, yakni pada tanggal 14 Juli 1994 album kedua mereka TIERRA yang merupakan album pertama mereka yang berlabel major. Sekaligus juga menjadi hari pertama tur Sense of Time. Pada tanggal 9 September di tahun yang sama, mereka melawat ke Maroko dalam rangka pembuatan video Siesta ~film of dream~, yang merupakan kali pertama bagi mereka bekerja di luar Jepang, tentunya menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagi mereka. Film tersebut dirilis pada akhir tahun tersebut.

Pada tanggal 21 Oktober 1994, single pertama mereka dengan Sony dirilis, dengan judul Blurry Eyes. Lagu ini dijadikan lagu tema untuk salah satu produksi serial animasi Jepang yang berjudul D.N.A^2. Kemudian pada tanggal 1 Desember di tahun tersebut Fans Klub Resmi L’Arc~en~Ciel, “CIEL” didirikan. Lalu pada awal tahun 1995, mereka mengadakan tur khusus bagi para anggota fans klub yang diberi judul Ciel/winter ‘95.

Tanggal 21 Mei 1995 merupakan tanggal di mana single video berjudul and She Said dirilis dan merupakan hari pertama dari rangkaian tur di 19 kota di Jepang yang bertajuk In Club ‘95. Dan pada 6 Juli, single kedua mereka yang berjudul Vivid Colors dirilis. Lagu tersebut menjadi lagu ending Guru Guru 99, dan side B dari lagu tersebut, Brilliant Years dijadikan lagu ending untuk acara “Shin dora” di Nippon-TV (NTV).
[sunting]
Heavenly

Album ketiga mereka, HEAVENLY dirilis pada tanggal 1 September 1995. Pertama kalinya album mereka masuk ke Oricon Chart (major label band) langsung di posisi ketiga. Dalam album ini sepertinya terjadi perubahan warna musik mereka dibandingkan dengan dua album sebelumnya (bisa dikatakan bahwa musikalitas mereka menjadi semakin matang). Seperti yang diungkapkan Tetsu bahwa mereka mencoba sesuatu yang berbeda dan baru dalam musik mereka.

Tur Heavenly ‘95 dimulai pada tanggal 9 September 1995, tiket untuk pertunjukkan mereka habis (full house) dalam 9 hari sejak peredarannya, bahkan pada hari terakhir tur tersebut tiket terjual habis hanya dalam tempo 28 menit saja! Pada tanggal 22 di bulan yang sama merupakan penampilan perdana mereka di Music Station, sebuah acara pertunjukkan musik nomor wahid di Jepang. Selanjutnya pada tanggal 21 Oktober 1995 single ketiga berjudul Natsu no Yuutsu dirilis. Lagu tersebut digunakan sebagai tema ending untuk acara Televisi-TBS bernama “M-Navi”.

Tanggal 27 Desember mereka mengadakan konser di Nippon Budokan, merupakan tempat yang diidam-idamkan para musisi Jepang untuk dapat tampil di sana.

Di awal tahun 1996 video live pertama L’Arc~en~Ciel, Heavenly ~films~ dirilis bersama 2 buah album foto, yakni “Heavenly X’mas” dan “Heavenly ~films~”. Pada bulan April mereka memulai tur Kiss Me Deadly ‘96. Pada saat itu fans dari kalangan cowok semakin bertambah, yang mana pada mulanya mereka lebih banyak disukai oleh para cewek. Hal tersebut tentu saja semakin meningkatkan kepercayaan diri mereka.
[sunting]
True

Single keempat mereka Kaze ni Kienaide (c/w I’m So Happy) yang dirilis pada tanggal 8 Juli 1996 berhasil menempati posisi keempat pada minggu pertamanya di Oricon Chart. Pada akhir bulan yang sama tur musim panas Big City Nights Round Around ‘96 dimulai, diadakan di tiga kota besar di Jepang, yakni Nagoya, Osaka, dan Tokyo.

September tanggal 20, mereka meluncurkan sebuah buku dokumentasi Artist Fact “IS” yang berisikan informasi dan fakta seputar L’Arc~en~Ciel yang disajikan secara lengkap.

Pada bulan Oktober, single kelima mereka Flower (c/w Sayonara) dirilis dan langsung mengisi posisi kelima pada minggu pertamanya di Oricon Chart. Disusul kemudian dengan single keenam mereka Lies and Truth (c/w Sai wa Nagerareta) yang langsung menempati posisi keenam di minggu pertamanya di Oricon Chart.

Tanggal 12 Desember, album keempat mereka TRUE dirilis. Merupakan album tersukses mereka selama lima tahun terakhir karier mereka, sebab pada minggu pertamanya album tersebut berhasil meraih posisi runner-up di Oricon Chart, dan pada minggu keenamnya berhasil menduduki posisi jawara. Album ini bertahan selama 9 minggu dalam daftar 10 besar di Oricon Chart. Tanggal 23 mereka memulai tur mereka yang bertajuk Carnival of True menggelar 10 konser di berbagai penjuru Jepang, diawali di Osaka Jyo Hall.
[sunting]
Keluarnya Sakura

Bulan April 1997 akan selalu tercatat dalam sejarah perjalanan karier L’Arc~en~Ciel sebagai masa-masa mimpi buruk. Bagaimana tidak, di tengah kegemilangan yang berhasil dicapai oleh mereka, Sakura, dengan terpaksa harus meninggalkan rekan-rekannya di L’Arc~en~Ciel setelah selama kurang lebih lima tahun bersama-sama merintis kesuksesan di pentas musik Jepang khususnya. Ia mesti rela didepak dari posisinya sebagai drummer L’Arc~en~Ciel setelah terkait dengan kasus kepemilikan serta penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Peristiwa tersebut berimbas pada pembatalan seluruh aktivitas Laruku seperti peluncuran single mereka The Fourth Avenue Cafe dan tur yang telah dijadwalkan. Bahkan semua merchandise mereka ditarik dari pasaran!

Meskipun rekan-rekan Sakura di Laruku tidak menginginkannya pergi, namun atas kehendak perusahaan rekaman dan produser, ia sejak bulan April mundur dari Laruku. “Aku sangat menyesal, aku telah melakukan hal yang sangat bodoh, dan tak pantas untuk dimaafkan. Aku tidak berhak lagi untuk tetap berada di dalam band, semua ini salahku. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi L’Arc~en~CIel, aku berharap agar mereka tetap berjuang dan semoga semakin sukses di masa mendatang”, itulah kata-kata perpisahan yang diucapkan oleh Sakura ketika ia meninggalkan Laruku.

Yang paling terpukul dalam peristiwa ini adalah Hyde, sebab di antara rekan-rekannya yang lain ia dan Sakura merupakan sahabat yang paling dekat. Maka sejak insiden tersebut, anggota Laruku tinggal tersisa tiga orang.
[sunting]
Masuknya Yukihiro

Setelah kepergian Sakura, Tetsu segera mencari drummer pengganti. Suatu ketika ia mendengar Yukihiro, eks-Zi:Kill dan Die in Cries yang keduanya telah disbanded atau membubarkan diri. Tetsu tertarik dengan permainan drumnya, maka selanjutnya disusunlah rencana pendekatan oleh Tetsu. Menurut kabar yang beredar, Tetsu dan Yukihiro berkenalan lewat game Evangelion, di mana Tetsu meminta Yukihiro untuk mengajarinya permainan tersebut. Lantas Tetsu berbicara dengan Yukihiro mengenai peristiwa menyedihkan yang menimpa grup bandnya. Bak gayung bersambut, Yukihiro menawarkan bantuannya kepada Tetsu untuk proses rekaman Niji.

Akhirnya single ketujuh L’Arc~en~Ciel yang berjudul Niji—bahasa Jepang, yang memiliki arti yang sama dengan L’Arc~en~Ciel, yaitu Pelangi—dirilis pada tanggal 17 Oktober 1997. Single ini mampu menerobos posisi 3 di Oricon Chart pada minggu pertamanya. Berkaitan dengan judulnya, Hyde mengatakan bahwa judul lagu tersebut menggambarkan perjalanan karier mereka yang pada awalnya banyak dikhawatirkan orang akan segera berakhir karena masa-masa yang sangat buruk, akan tetapi kemudian mereka muncul kembali, bagaikan keindahan pelangi yang muncul di langit setelah gelapnya hujan. Dan lagu tersebut menjadi soundtrack Rurouni Kenshin (Samurai X) the movie.

Selama kurun waktu 1997, di Laruku, Yukihiro berperan sebagai additional player. Hingga pada 1 Januari 1998 ia secara resmi menjadi personil tetap L’Arc~en~Ciel.
[sunting]
Kelahiran kembali

L’Arc~en~Ciel muncul kembali secara resmi sejak tanggal 13 Desember 1997 dengan menggelar konser berjudul Reincarnation yang digelar di Tokyo Dome. Pada saat itu Laruku terdiri dari tiga orang personil resmi, yaitu Hyde (vokal), Tetsu (bass), Ken (gitar) dan satu personil tambahan (additional player/supported player) di posisi drummer, yakni Yukihiro.

Baru pada tanggal 1 Januari 1998, Yukihiro secara ofisial bergabung dengan L’Arc~en~Ciel menggantikan Sakura yang telah resmi keluar dari Laruku sejak 4 November 1997. Meskipun demikian, masuknya Yukihiro ke L’Arc~en~Ciel menciptakan suatu polemik di kalangan fans mereka, ada yang pro dengan kedatangan Yukihiro ada juga yang kontra. Memang cukup wajar seandainya masih banyak fans yang belum bisa menerima kepergian Sakura, sebab bagaimanapun juga Sakura telah menjadi bagian dari Laruku selama lima tahun yang bisa dikatakan tidak sebentar, bahkan ia turut mewarnai musik L’Arc~en~Ciel dengan style drumnya.

Akan tetapi ada satu hal yang patut dicatat, bahwa semenjak pergantian personel dari Sakura ke Yukihiro, terjadi transformasi image dari L’Arc-en-Ciel, yang semula penampilan mereka lebih bercorak visual yang kecewek-cewekan, secara bertahap berubah menjadi lebih maskulin.
[sunting]
Brilliant Year

"A Piece of Reincarnation, menjadi salah satu bukti kebangkitan kembali L’Arc~en~Ciel di percaturan musik Jepang."

Setelah insiden yang mencoreng wajah L’Arc~en~Ciel pada tahun 1997 dan pergantian personil pada awal 1998 tidak berarti mereka kehilangan penggemarnya, hal itu dibuktikan dengan habisnya 56.000 lembar tiket konser Reincarnation dalam rentang waktu hanya 4 menit! Bahkan menginjak tahun 1998 karier mereka semakin menanjak. Bisa dibilang bahwa tahun 1998 merupakan masa keemasan Laruku, di mana pada tahun tersebut hampir semua single dan album yang mereka rilis berhasil meraih kesuksesan dan berbagai penghargaan. Mereka adalah artis paling sibuk pada saat itu.

Diawali pada akhir bulan Januari dengan meluncurkan single ke delapan mereka berjudul Winter Fall yang menjadi single pertama mereka yang mampu menduduki posisi jawara di Oricon Chart. Pada tanggal 25 Februari 1998 album kelima L’Arc~en~Ciel, HEART diluncurkan, hebatnya album ini selain mampu mencapai posisi puncak Oricon Chart, angka penjualannya pun mencapai 1 juta kopi dalam minggu pertamanya! Tanggal 25 Maret, single ke sembilan Dive to Blue dirilis dan berhasil pula menapaki posisi pertama di Oricon Chart. Selanjutnya pada tanggal 22 April, video A Piece of Reincarnation diluncurkan dan lagi-lagi menjadi nomor satu di Oricon Chart selama dua minggu berturut-turut.

Tanggal 1 Mei 1998, tur Heart ni hi wo tsukero! -Light My Fire- dimulai dan berakhir tanggal 21 November, merupakan tur terpanjang L’Arc~en~Ciel dengan 56 penampilan di 43 kota berbeda di seluruh penjuru Jepang.

Tanggal 8 Juli 1998, mereka mencatatkan diri dalam sejarah musik Jepang sebagai musisi pertama yang merilis 3 buah single secara bersamaan sekaligus, yakni Honey, Shinshoku~LoseControl~, dan Kasou. Bahkan ketiganya mampu mencetak angka penjualan sebanyak 1.000.000 kopi dalam waktu singkat. Lebih hebat lagi, pada tanggal 27 Juli, Honey dan Shinshoku~lose control~ secara berurutan menempati posisi satu dan dua di Oricon Chart. Patut diketahui juga bahwa lagu Shinshoku~lose control~ merupakan salah satu original soundtrack untuk film GODZILLA yang terkompilasi dalam album OST. Godzilla khusus untuk Asia saja.

Setelah menyelesaikan tur Light My Fire, Laruku kembali merilis dua buah single, yakni Snow Drop pada tanggal 7 November dan Forbidden Lover tepat seminggu kemudian. Melalui dua single ini, lagi-lagi Laruku mencatatkan diri dalam sejarah musik Jepang sebagai musisi pertama di Jepang yang dua singlenya berhasil mencapai posisi pertama dan kedua dalam waktu bersamaan sebanyak dua kali, karena pada tanggal 26 November, Forbidden Lover berada di puncak dan Snow Drop mengikuti di posisi runner-up . Awal Desember, mereka meluncurkan benda-benda koleksi resmi L’Arc~en~Ciel seri pertama di seluruh Jepang. Kegiatan terakhir L'Arc~en~Ciel di tahun 1998 adalah peluncuran video konser Light My Fire pada tanggal 23 Desember.
[sunting]
Real

Tahun 2000 mereka awali dengan merilis double maxi single Neo Universe/finale pada tanggal 19 Januari, disusul kemudian Stay Away. Tanggal 20 Juni, album ECTOMORPHED WORK dirilis. Album tersebut berisikan beberapa lagu L’Arc~en~Ciel sebelumnya yang telah di-remix oleh Yukihiro (sangat menarik!) dan album selanjutnya REAL pada tanggal 20 Agustus 2000.

Tur konser Realive digelar dari bulan Oktober hingga Desember yang terbagi dalam dua sesi, yang pertama Realive Club Circuit 2000 dan yang kedua Realive Dome Tour 2000. Bedanya, pada sesi yang pertama, konser diadakan di tempat-tempat semacam klub yang hanya mampu menampung sedikit audiens dengan panggung yang relatif kecil. Sedangkan pada sesi kedua, layaknya konser-konser L’Arc~en~Ciel terdahulu, dengan penonton yang banyak dan panggung yang besar.

Memasuki tahun 2001, mereka merilis album Clicked Singles Best 13th pada tanggal 14 Maret yang merupakan kumpulan lagu-lagu terbaik L’Arc~en~Ciel berdasarkan hasil pemungutan suara (voting) yang dilakukan oleh jutaan fansnya di seluruh penjuru dunia melalui internet, plus satu single baru Anemone. Dan yang terakhir di tahun tersebut adalah peluncuran single mereka Spirit Dreams Inside (c/w Spirit Dreams Inside-another dream-) pada tanggal 9 Mei 2001 yang juga merupakan soundtrack-nya Final Fantasy The Movie (Spirits Within) dan juga termasuk ke dalam album soundtrack FF The Movie.

Setelah itu mereka mulai sibuk dengan proyek solo masing-masing. Kita dapat melihat karakter musik yang berbeda-beda dari masing-masing personil L’Arc~en~Ciel.
[sunting]
Solo karir masing-masing personel

Diawali oleh Tetsu yang membentuk band bernama TETSU69, pada tanggal 18 Juli 2001 menelurkan single pertamanya yang berjudul wonderful world (c/w tightrope). Disusul Shinkirou dan Fifteen a Half pada pertengahan tahun 2002. Single terakhirnya sebelum meluncurkan album perdananya yang berjudul Suite November adalah WHITE OUT.

Yukihiro tak mau ketinggalan, bersama band bentukannya Acid Android ia telah merilis dua album, acid android dan fault selain sebuah single yang berjudul ring the noise yang dijadikan soundtrack sebuah Game yang berjudul Devil May Cry.

Hyde, sang vokalis, dianggap sebagai personel Laruku yang paling sukses dalam bersolo karir. Dimulai dengan peluncuran single pertamanya berjudul evergreen, ia kemudian merilis dua single lainnya, yakni angel’s tale dan Shallow Sleep yang selanjutnya dikompilasikan dalam album yang diberi judul Roentgen dan Roentgen~english ensemble~. Belum puas juga, ia kembali melemparkan dua single Hello dan HORIZON berturut-turut pada Juni dan November 2003. Selanjutnya kedua single tersebut dapat kita temukan dalam album kedua Hyde yang berjudul 666. Tak hanya di musik, Hyde pun berhasil merambah layar lebar. Sejauh ini sudah dua judul film ia bintangi, yakni MoonChild dan Kagen no Tsuki~Last Quarter.

Ken yang mulanya adem-adem saja akhirnya tersulut juga untuk melakukan kerja solo. Ia membentuk sebuah band yang dinamakannya Sons of All Pussys atau sering disingkat menjadi S.O.A.P. Yang menarik, dalam band tersebut, Ken kembali reuni-an dengan Sakura, eks-drummer L’Arc~en~Ciel. Bersama S.O.A.P, dari sejak Februari 2002 hingga Juli 2004, ia sudah mengeluarkan tiga mini album, di antaranya GRACE, gimme A guitar, dan high serta sebuah single yang judulnya Paradise.
[sunting]
Kembalinya L'Arc~en~Ciel & debut konser di AS

Setelah vakum selama tiga tahun dengan spekulasi tentang kemungkinan bubarnya band ini, L’Arc~en~Ciel mengejutkan fans mereka dengan mengumumkan sebuah seri dari tujuh konser yang diberi judul Shibuya Seven Days, yang diikuti dengan perilisan single baru mereka. Berada di peringkat atas tangga lagu dan dipakai sebagai lagu pembuka animasi Fullmetal Alchemist, READY STEADY GO dijual di bulan Februari 2004. Mengikuti perilisan single berikutnya, L’Arc~en~Ciel kemudian merilis album yang banyak ditunggu-tunggu, SMILE, pada tanggal 31 Maret.

Tanggal 31 July 2004 L’Arc~en~Ciel hadir sebagai bintang tamu di hadapan 12,000 orang penonton pada acara konvensi anime Otakon yag diadakan di Baltimore, Maryland. Ini merupakan penampilan pertama band ini di USA. Melihat respons yang luar biasa dari para fans, Tofu Records, label Sony Music Jepang di Amerika menandatangani kontrak dengan band ini di bulan Mei 2005 dan merilis sebuah DVD untuk debut live mereka di Amerika Utara.

Mengikuti dirilisnya beberapa single dan sebuah album baru, AWAKE di 2005, band ini kemudian mengadakan tur Jepang sebelum memulai tur ASIA LIVE 2005, yang membawa band ini ke Seoul di Korea dan Shanghai di Cina. Sebelu kembali ke Tokyo untuk dua pertunjukan utama.

Setelah menutup tur mereka, perhatian para anggota band ini kembali terfokus pada kegiatan kegiatan solo mereka. tetsu merekam beberapa single dan sebuah album dengan Creature Creature. Serta merilis sebuah single atas nama dirinya sendiri. Sementara yukihiro kembali pada acid android dan merilis sebuah single. Kemudian ia beserta acid android menyertai MUCC dalam dua petunjukan di Shanghai. hyde menggubah lagu Glamorous Sky untuk film yang diangkat dari manga NANA dan dinyanyikan oleh Mika Nakashima. Ia juga merilis dua single dan album lain berjudul FAITH, yang membawanya dalam tur panjang di Jepang serta mengadakan pertunjukan di California. Terakhir dalam masa vakum band ini, ken merilis sebuah single solo, Speed.

Pada tanggal 25 November dan 26th, 2006, L'Arc-en-Ciel menggelar dua konser di Tokyo Dome, untuk merayakan ulang tahun mereka ke 15. Berjudul L'Anniversary. Tiket tersebut terjual hanya dalam kurun waktu 2 menit , mengalahkan rekor penjualan tiket mereka sebelumnya.Sebuah jajak pendapat telah dibuat pada website resmi selama seminggu sebelum konser yang mengizinkan para fans untuk memilih lagu yang mereka ingin dengar di acara itu.Konser tersebut kemudian ditampilkan pada saluran WOWOW pada 23 Desember 2006. Dan juga disiarkan pada 8 Februari 2007 di MTV Korea.

L'Arc-en-Ciel kemudian merekam lagu "Shine" yang akan digunakan sebagai lagu pembuka untuk anime yang akan disiarkan di NHK, Guardian of the Spirit.Mereka Menggelar Mata Heart Ni Hi Wo Tsukero 2007 Tour di Jepang.L'Arc-en-Ciel merilis single Seventh Heaven pada 30 Mei 2007, yang menjadi posisi teratas di Oricon charts.Lagu My Heart draws a Dream, yang digunakan dalam iklan mobil Subaru, dirilis 29 Agustus, 2007, dan lagu tersebut langsung menempati tangga teratas pada Oricon charts.Lagu Daybreak's Bell yang dirilis pada 10 Oktober 2007,digunakan sebagai Soundtrack pembuka untuk anime Mobile Suit Gundam 00.dan kembali menduduki peringkat teratas dalam Oricon Charts.Sejak dari 14 November ke 25 Desember 2007, dirilislah Hurry Xmas, bersamaan dengan dua DVD baru yang keluar pada bulan September dan Desember, yang berjudul 15th L'Anniversary Live and Chronicle 3 respectively.Album terbaru mereka Kiss, dirilis pada 21 November 2007, menduduki tangga lagu pertama di posisi nomor satu di Oricon chart.

L'Arc~en~Ciel mengadakan tur yang bernama "Theater of Kiss Tour".yang diselenggarakan pada 22 Desember 2007 sampai 17 Februari 2008.lagu Drink it Down,digunakan sebagai lagu pembuka versi Jepang untuk game PS3/Xbox 360 Devil May Cry 4.telah dirilis sebagai single pada 2 April 2008, dan menduduki tempat teratas di Oricon weekly charts.
[sunting]
Diskografi
[sunting]
AlbumAlbum Sampul Judul Track lagu (contoh) Tanggal rilis
1 DUNE [Limited Edition] Shutting from the Sky
Voice
Taste of Love
Ushinawareta Nagame (失われた眺め)
Floods of Tears 10 April 1993
2 Tierra In the Air
All Dead
Blame
Hitomi ni Utsuru Mono (瞳に映るもの) 14 Juli 1994
3 Heavenly Still I'm with You
Vivid Color
C'est la Vie
Blurry Eyes 1 September 1995
4 True Fare Well
Kaze ni Kienaide (風にきえないで )
Flower
I Wish 12 Desember 1996
5 Heart Winter Fall
Shout at the Devil
Milky Way
Anata(あなた) 25 Februari 1998
6 Ark Forbidden Lover
Heaven's Drive
Driver’s High
Shinjitsu to Gensou To (真実と幻想と) 1 Juli 1999
7 Ray Shi no Hai (死の灰)
It's the End
Sell my Soul
L'Heure 1 Juli 1999
8 Real Get out from the Shell
Dive To Blue
Route 666
All Year Around Falling in Love 30 Agustus 2000
9 Smile Ready Steady Go
Lover Boy
Feeling Fine
Hitomi no Jyuunin 31 Maret 2004
10 Awake New World
Jojoushi (叙情詩)
Jiyuu e no Shoutai (自由への招待)
Twinkle Twinkle
Killing Me 22 Juni 2005
11 Kiss Seventh Heaven
Pretty Girl
My heart draws a dream
Sunadokei(砂時計)
Hurry Xmas 21 November 2007

NigHTMaRe ナイトメア




profile
Nightmare sebenarnya tidak dapat disamakan dengan band lain di dunia permusikan Jepang saat ini. Macam-macam suara mereka masukan segala sesuatu dari nada-nada yang berat dan vokal opera sampai melodi yang indah dan lirik yang mudah didengar, menciptakan musik yang mereka buat dari awal hingga saat ini.

Walaupun mereka telah meninggalkan kostum awal mereka untuk telihat lebih ringan, Nightmare tetap diklasifikasikan sebagai band visual dipengaruhi oleh dandanan yang tidak biasa dan kontak yang berani biasanya didukung oleh gitarisnya, Hitsugi. Lima member Nightmare bukan hanya pemusik dan performer yang bersemangat, mereka juga orang-orang yang lucu yang menggunakan segala macam aspek dari kepribadian mereka untuk menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan.
biography
Gitaris, Sakito dan Hitsugi mendirikan Nightmare di Sendai pada Januari 2000. Mereka kemudian digabungkan oleh vokalis Yomi, bassis Ni~Ya, dan drumer Zennin, daftar mereka belum lengkap sampai Juli ketika kepergian Zennin digantikan oleh Ruka, dulu dari Luinspear.

Nightmare memulai karir mereka dengan menggebrak dunia musik dan tidak pernah melambat. Pertunjukkan pertama mereka pada bulan Juli dan mereka merilis Zenge, demo pertama mereka, pada Agustus. Membawa suara yang berat dan keras, Hankouki., rilisan berikutnya yang langsung habis dengan cepat selama waktu pre-order, diminta dibuat keduakalinya pada bulan berikutnya.

Keseimbangan yang baru antara jazz, rock, dan synth ditunjukkan pada perilisan single berikutnya, perubahan sedikit pada style Nightmare. Selama dalam perkembangannya, mereka mengikuti rilisan berikutnya dengan tour di Nagoya dan Osaka sebelum kembali ke studio untuk merekam lebih banyak single. Outlaw, mini-albim pertama mereka. Dirilis pada November 2002, menunjukkan perkembangan, kematangan, Nightmare.

Mereka memulai tahun 2003 dengan one-man tour, Battle, sebelum merilis Djaïnism ~Omae no mono wa ore no mono~ dan Djaïnism ~Ore no mono wa ore no mono~. Diikuti dengan dua one-man tour, Nightmare mengumumkan pada pertunjukkan pertama mereka pada bulan Juni di Akasaka BLITZ, status major mereka dengan Nippon Crown. Believe, rilisan major pertama mereka, berada di no 24 tangga lagu Oricon.

Tiga bulan kemudian, triple A-side single, Akane/Hate/Over, menggebrak pasaran. Perilisan ini menjadi arahan untuk tour Ultimate Circus mereka, yang diikuti dengan dengan album dengan judul yang sama.

Pada 2004, Nightmare mengumumkan band alter ego yang tidak biasa, Sendai Kamotsu, dengan merilis DVD dan maxi single pertama band tersebut. Sebagai diri mereka sebenarnya, Nightmare berangkat untuk tour 30 hari yang dilaksanakan dari April sampai Juli, selama kesuksesan besar single mereka, Tokyo Shonen, dirilis. Single ini menarik perhatian banyak fans baru dan band ini mengakhiri tahun itu dengan kejutan pada tour CPU 2004 Ghz mereka, yang mana finalnya diadakan di Nakano Sun Plaza dan kemudian dirilis dalam bentuk DVD. Album yang lain dan koleksi PV juga dirilis sebelum akhir tahun tutup.

Pertunjukkan pertama Nightmare pada tahun 2005 diadakan di kampung halaman mereka, Sendai, dan beberapa promosi live mengikuti perilisan dari single mereka Jibun no Hana. Menerjang beberapa tour yang panjang, band ini bermain selama 35 hari ke seluruh negeri sebagai tambahan untuk memulai pertunjukan radio online, Jack in the box, yang mengudara setiap Rabu malam.

Pertama kalinya Nightmare menjadi bagian dalam sebuah anime, single the WORLD/Alumina mereka sebagai lagu permbuka dan penutup dari seri anime Death Note. Band ini kemudian melakukan lagi kegiatan mereka di Sendai Kamotsu untuk perilisan lain dari tema gay khas mereka.

Mereka melalui taun 2006 dengan kecepatan penuh dan dengan paket jadwal perilisan, memproduksi album baru, sebuah CD yang susah untuk menemukan lagu-lagu jaman indies, dan album terbaik pertama mereka. Sebagai tambahan, penjualan DVD video clip lagi dan DVD pertunjukkan TOUR Anima[lism] mereka.

Pada Febuari 2007, Nightmare merilis album the World Ruler dan pada Juni, single baru Raison D’etre, yang digunakan sebagai lagu pembuka untuk seri anime Claymore. Band ini juga teramasuk bagian dalam rangkain untuk perayaan sepuluh tahun Takadanobaba AREA, bermain juga band-band seperti Jinkaku Radio, Charlotte, dan Wizard. Bersamaan dengan pengumaman perilisan DVD baru dibawah kedua nama Nightmare dan Sendai Kamotsu, kedua band ini juga merilis single baru di bulan-bulan berikutnya.

Nightmare adalah band yang sederhana yang tidak pernah berhenti. Menciptakan, merekam, dan mempertunjukkan satu dari banyak lagu-lagu adalah sesuatu yang membuat mereka terkenal, tetap memvariasikan style mereka untuk digabungkan dengan suara yang baru yang selalu menunjukkan Nightmare yang sebenarnya. Untuk pendengar yang mencari sesuatu yang berbeda, style vokal yang operatic dari Yomi sudah cukup membuat musik band seperti itu. Untuk yang tidak pernah memberikan Nightmare kesempatan, duduk, dan dengarkan. Sekali lagi mempaketkan jadwal mereka yang hampir sampai kapasitasnya, Nightmare yakin untuk melanjutkannya selama 2007 memberikan pengalaman mendengar yang menyenangkan dan mungkin ada satu atau dua kejutan.

HAnaMi

Hanami (花見?, lit. "flower viewing") is the Japanese traditional custom of enjoying the beauty of flowers, "flower" in this case almost always meaning cherry blossoms (桜 or 櫻 sakura?), or ume blossoms (梅 ume?). From mid January to early May, sakura bloom all over Japan. The blossom forecast (桜前線 sakurazensen?, lit. cherry blossom front) is announced each year by the weather bureau, and is watched carefully by those planning hanami as the blossoms only last a week or two. In modern-day Japan, hanami mostly consists of having an outdoor party beneath the sakura during daytime or at night. Hanami at night is called yozakura (lit. "night sakura"). In many places such as Ueno Park temporary paper lanterns are hung for the purpose of yozakura.
[edit]
History

Close up of ume blossoms

The practice of hanami is many centuries old. The custom is said to have started during the Nara Period (710–794) when the Chinese Tang Dynasty influenced Japan in many ways[citation needed]; one of which was the custom of enjoying flowers. Though it was ume blossoms that people admired in the beginning, by the Heian Period, sakura came to attract more attention. From then on, in tanka and haiku, "flowers" meant "sakura."

Hanami was first used as a term analogous to cherry blossom viewing in the Heian era novel Tale of Genji. Whilst a wisteria viewing party was also described, from this point on the terms "hanami" and "flower party" were only used to describe cherry blossom viewing.

Hanami in Ōita

Sakura originally was used to divine that year's harvest as well as announce the rice-planting season. People believed in kami inside the trees and made offerings. Afterwards, they partook of the offering with sake.

Emperor Saga of the Heian Period adopted this practice, and held flower-viewing parties with sake and feasts underneath the blossoming boughs of sakura trees in the Imperial Court in Kyoto. Poems would be written praising the delicate flowers, which were seen as a metaphor for life itself, luminous and beautiful yet fleeting and ephemeral. This was said to be the origin of hanami in Japan.

Close up of Yoshino cherry blossoms

The custom was originally limited to the elite of the Imperial Court, but soon spread to samurai society and, by the Edo period, to the common people as well. Tokugawa Yoshimune planted areas of cherry blossom trees to encourage this. Under the sakura trees, people had lunch and drank sake in cheerful feasts.

Today, the Japanese people continue the tradition of hanami, gathering in great numbers wherever the flowering trees are found. Thousands of people fill the parks to hold feasts under the flowering trees, and sometimes these parties go on until late at night. In more than half of Japan, the cherry blossoming period coincides with the beginning of the scholastic and fiscal years, and so welcoming parties are often opened with hanami. The Japanese people continue the tradition of hanami by taking part in the processional walks through the parks. This is a form of retreat for contemplating and renewing their spirits.

The teasing proverb dumplings rather than flowers (花より団子 hana yori dango?) hints at the real priorities for most cherry blossom viewers, meaning that people are more interested in the food and drinks that accompany a hanami party rather than actually viewing the flowers themselves. (A punning variation, Boys Over Flowers (花より男子 Hana Yori Dango?), is the title of a manga and anime series.)

Dead bodies are buried under the cherry trees! is a popular saying about hanami, after the opening sentence of the 1925 short story "Under the Cherry Trees" by Motojirō Kajii.