
UVERworld is made up of five members that come from Shiga, Kansai. Takuya (vocals and programming), Katsuya (guitar), Akira (guitar), Nobuto (bass), Shintarou (drums). UVER is a combination of 'über' and 'over', and UVERworld means 'crossing over their world'. The band combines a mixture of pop, rock and rap in their music.
The band members have known each other since childhood: Takuya and Nobuto have known each other since the age of three, Katsuya, Takuya and Akira were in the same childcare centre and Takuya and Akira were neighbours. They originally came together in the band Sangoku Road in 2002, with the additional members, Seika (saxophonist), and Hiko (vocals). According to an interview, there was another vocalist who left but he hasn't been identified.
In 2003, they took the name UVERworld and vocalist Ace Trigger renamed himself TAKUYA. Their self released demo album sold a total of three thousand copies.
They signed to gr8! Records (Sony Music Records) in 2005 and released their first single D-tecnoLife, followed by CHANCE!
UVERworld's first album Timeless was released in 2006 and Seika made a brief return, playing saxophone for [[Yasashisa no Shizuku. After a three month break, the band released Colors of the Heart as the third opening theme for "BLOOD+", an anime series based on the movie, Blood: The Last Vampire.
The band’s subsequent singles were also used as TV themes.
UVERworld has a mascot of a fictional bear like creature that has a pair of black bat wings attached to its back. The band has a large teenage girl fanbase and suffered its first scandal in December 2006 when Takuya was arrested for speeding in a bus lane and flipping the traffic officer’s hat off. He was held in custody for two days and made a public apology on the band’s website.
Members
Vocals/Programming: Shimzu Takuya
Guitar: Akira
Guitar: Katsuya
Bass: Nobuto
Drums: Shintarou
Discography
Albums
Prime 03 (2004)
Timeless (2006)
Bugright (2007)
Singles
D-tecnolife (2005)
CHANCE! (2005)
Just Melody (2006)
Colors of the Heart (2006)
Shamrock (2006)
Kimi no suki na uta (2006)
DVD
Live at Shibuya-Ax (2006)
Compilations
JPOP CD 2 (2005)
Dandori Dance Drill (2006)
Death Note Tribute (2006)
Blood+ (2006)
BLEACH (2006)
External Links
Official Website (Japanese)
Uverworld, fansite
Uverlove, fansite
27 Nov 2009
UVERworld
by メイリン :)) di 11/27/2009 0 komentar
Label: UVERworld
An Cafe

Members: Miku (Vocals) Kanon (Bass) Takuya (Guitar) Teruki (Drums) YU-KI (Keyboards) Former Members: Bou (Guitar)
An Cafe was formed in May 2003 with Miku, Kanon and Bou who would later be joined by Teruki after leaving his former band, Feathers-Blue. The band played live shows for their first year, without any releases.
In 2004, An Cafe released their first demos and signed a record deal with Loop Ash. Their first release, "Candyholic" was released in March and reached the second spot on the Oricon indies single chart.[3] The band continued touring and releasing, including their first album, Shikisai Moment in 2005. The band released even more singles in 2006 until their second studio album, Magnya Carta (a play on "Magna Carta"). In 2007, the band announced their first overseas appearance at Project A-Kon. The announcement of this was followed shortly by the departure of guitarist, Bou. The last performance with Bou was on April 30, 2007, and was featured in a DVD titled Hibiya On *The* o New Sekai. After Bou left the band, two new members were announced: Takuya was to replace Bou as the guitarist and Yuuki was to join An Cafe as a keyboardist. The first single with their new lineup was announced as "Kakusei Heroism" followed by "Ryuusei Rocket". In the end of 2007, An Cafe announced their first overseas tour, taking place in Europe in 2008.
In the opening weeks of 2008, An Cafe announced their upcoming single, "Cherry Saku Yuuki!!" in February, as well as their next studio album, Gokutama Rock Cafe, which was released on April 9, 2008.
An Cafe's latest mini album, Harajuku Dance Rock, was released on March 13, 2009.
They also have a new single out called Natsu Koi Natsu Game which translates to: Summer Love Summer Game and they have a cd scheduled to come out this fall called BB Paralell World.
by メイリン :)) di 11/27/2009 0 komentar
Label: An Cafe
20 Nov 2009
UN oh UN.....
.Fuiih
.kenapa ya setiap mau UN bawaanya jantung ini dag-dig-dug-duer
.bisa nggak sih pemerintah ngertiin kita
.sekali aja
.mana rencananya kami mau di pisah-pisah
.apa nggak gila tuh
.DASAR!!!!
.memang sih aku akuin kalo kayak gitu bisa mengurangi tingkat kecurangan
.tapi apa nggak bikin down tuh
.kami di paksa linglung
.secara nggak ada yang kita kenal
.walau ada teman-teman kita dari SD/SMP yang kita kenal
.tapi kan beda
Mereka pasti udah nggak bisa si ajak kompromi lagi
.kalo kita satu ruangan itu teman satu sekolah pasti bisa memacu kita unutk lebih dan lebih semangat
.bukannya kayak gini
.tolonglah di kaji ulang
.yang ngasih peraturan kayak gini apa bisa ngerjain soal dengan system kayak gitu
.coba deh aku kasih soal FISIKA!!!
.pasti puyenk ndiri tuh
.makanya jadi orang jangan sok deh
by メイリン :)) di 11/20/2009 0 komentar
Label: curhatan
dERiTa QUw....
.ught!!
.kenapa sih hal itu bisa terjadi lagi padaku.
.Ya Tuhan~
.apa aku harus menanggung beban seberat ini sendiri?
.kenapa?
.hanya itu yang ingin aku tanyakan kepada-MU
.kenapa setiap aku mulai mencintai seseorang kami selalu tak bisa bersatu
.nande???
.apakah mungkin aku tak pantas untuk belajar mencintai seseorang?
.atau mungkin mereka bukanlah orang yang pantas berada di dalam hatiku ini
.tapi sampai kapan?
.aku hanya bisa pasrah kepada-MU
.ku serahkan segalanya hanya kepada-MU ya Robb
.ahh~
.sudahlah
.lagi pula sebentar lagi UN sudah menanti di seberang jalan
.untuk apa aku memikirkan semua hal ini
.lebih baik aku memikirkan masa depan yang memang sudah di depan mata
.aiio mey
.semangat!!!!
.BANZAI!!!!!
d(^o^)b
by メイリン :)) di 11/20/2009 0 komentar
Label: curhatan
STResS!!!!
.aku tuh pengen banget bikin club yang nggak terlalu ribet
.yah kita have fun have fun aja
.yang bisa kumpul kapan aja dan diman aja
.terserah mau kayak gimana
.yang penting hati kita nggak ada beban
.itung-itung buat ilangin tuh yang namanya stress
.hanya itu yang pengen aku dirikan
.mungkin diantara kalian ada yang minat
.boleh aja join kesini
.lagian juga nggak ada yang larang kok
.kami juga sudah sadar udah kelas XII
.jadi Cuma bentar aja kok
.paling kumpul Cuma buat ketawa
.bahas-bahas komik keluaran terbaru
.ato cuam bahas NIHON-GO
.xixi.
.lucu juga kali ya
.yang bikin orang keluaran RSJ
+di timpukin sendal+
.hidup para OTAKU!!!
.dasar anak-anak SMADA pada nggak waras semua
.maklum lah udah mau UN
.bwahaha.
by メイリン :)) di 11/20/2009 0 komentar
Label: curhatan
14 Nov 2009
AkUu puLAaAanG!!!!
Senja hari itu sangat indah. Hangat. Aku merenung diatas atap rumah. Mengamati setiap sudut kota. Sudah lama tak melakukan hal seperti ini.
.
.
.
“AHH.. AKHIRNYA BISA SAMPAI JUGA....” teriakku sambil mengepalkan tangan ke atas. “Oi.... Berisik tau!!!” teriak seseorang. “Ma-maaf..” aku menoleh ke arahnya, dan ternyata dia….
“Heh anak bodoh!! Kapan kamu datang?” katanya. “Ohh,, ternyata sampai sekarang pun kamu masih memanggilku anak bodoh ya…” jawabku. Dia adalah teman dekatku, bisa di bilang sahabat setiaku. Tapi lama-lama ada rasa aneh yang muncul di hati ini. Mungkin aneh tapi memang ini yang aku rasakan, kami sudah bersahabat dari TK. Hanya dia yang bisa mengerti aku. Hanya dia seorang.
.
.
.
.
Tiba-tiba saja dia langsung duduk di sampingku dan memelukku erat sekali. ”Selamat datang kembali putri kecilku. Aku selalu dan selalu menantimu hingga kau pulang lagi.” Bisiknya. “Arigatou~ hmm... hontou ni gomen nasai, aku pergi lama. Kamu baik-baik saja kan?” kataku. “He-eh...biarkan aku memelukmu untuk melepas rinduku ini.” Pintanya. Sudah lama sekali setelah upacara ke lulusan waktu itu, tak disangka kami selama itu terpisah jauh. Sudah hampir 3 tahun aku mengenyam pendidikan di Negeri Sakura tersebut, dan selama itu lah aku dan dia terakhir duduk disini. Tapi, apakah dia masih ingat akan janji kami dulu. Hanya itu yang sedang aku pikirkan sekarang.
***
“Oiya, kapan kamu mau menyusulku kesana?” tanyaku. “Ehh, entahlah. Aku juga bingung mau lanjut ke Jepang atau ke Jerman.” Jawabnya pasrah. “Tapi kamu masih ingat akan janji kita kan?” kataku sambil meneteskan air mata. Yang dia lakukan adalah memelukku. Itulah senjata andalannya saat melihatku menangis. “Sepertinya aku tidak bisa kesana sekarang, karena aku di minta kakakku untuk meneruskan perusahaan papa. Entah sampai kapan, mungkin setelah kakakku kembali kesini.” Jawabnya sambil terus memelukku.
.
.
.
Apa memang ini yang Tuhan kehendaki. Kami terpisah sangat jauh. Kalau di pikir-pikir, kami seperti anak-anak F4-nya Hana Yori Dango +lebay mode on+ . Hmmm~ Mungkin Tuhan mau membuka mata hati kami, kalau hidup ini pasti akan ada perpisahan. Itu yang aku pikirkan sekarang. Dia selalu menyemangatiku, dan berjanji kelak saat pendidikannya disini telah selesai dia akan menyusulku dan mengambil S2 disana. Terkadang aku sangat senang mengingat akan kata-kata manis itu, tapi ada kalanya rasa takut itu bergelayutan di pundakku. Aku tak ingin kehilangan seseorang seperti dia, terlebih lagi dia sahabat terbaikku. Dia beda… Ya… Dia memang beda dari cowok-cowok lainnya. Cara berfikirnya sangat simple tapi analisisnya sangat mengagumkan. Penampilannya yang sedikit urakan memberi kesan dia sangat santai menghadapi sgala masalah. Andai dia bisa mewujudkan mipinya sebagai detektif ternama di Jepang. Haha. Mungkin kedengaran sedikit lebay, tapi itu semua sanagt mungkin terjadi, pasalnya dia sangat berbakat dan juga sering membaca novel-novel serta komik-komik detektif.
.
.
.
.
.
Yang saat ini aku inginkan hanyalah berada di sampingnya, hanya itu. Tak terasa mentari pun telah di telan bumi dan kami pun saling terdiam membisu, tenggelam dalam pikiran kami sendiri. Setelah sekian lama terpisah, mungkin ada sedikit rasa canggung yang singgah di hati ini. Ingin rasanya aku mengulang hari-hari seperti dulu. “Aku...” tiba-tiba kami mengatakannya bersamaan. “Ah, kamu duluan..” kataku. “Kamu duluan aja.” Jawabnya. “Aku...aku ingin tinggal disini lagi bersama kamu dan anak-anak yang lain.” Kataku. Dengan wajah tertunduk aku beranikan untuk mengungkapkan rasa yang telah lama berkecambuk di relung hati ini, aku ingin kembali. Sedikit aku melirik ke arahnya, dan yang aku dapatkan adalah tatapannya yang tajam dan sangat ganas. Seumur hidup baru kali ini dia perlihatkan wajah sangarnya kepadaku. Aku sangat ketakutan melihatnya, apa memang salah aku mengatakan kata itu. “Hah?? Terus kuliah kamu dan perusahaan yang kamu jalankan bagaimana nasibnya?” katanya dengan nada tinggi. “Kamu tidak boleh seperti ini. Apa hanya karena aku? Kalau memang benar, lebih baik aku pergi. Aku nyesel punya teman seperti kamu, nggak punya harapan. Kasihan sekali. Anggap saja kita tidak pernah kenal selama ini. Oke!!!” bentaknya. Mungkin itulah pertemuan pertama dan sekaligus terakhirku setelah sekian lama berpisah. Bodoh sekali . Apa yang kamu lakukan Mey. Dasar baka!!! Orang yang selama ini kamu pikirkan dan ingin menemuinya setelah sekian lama berpisah kenapa kamu sia-siakan.
***
Seminggu kemudian...
Siang ini adalah hari terakhirku sebelum berangkat kembali ke Jepang. Berat hati ini, tapi ini semua demi membahagiakan orang tua dan juga teman masa kecilku yang sangat aku sayang. Langkah demi langkah pun aku pijakan menuju Gramedia, took buku kesayanganku selama tinggal di Solo. Tapi siang itu aku merasakan ada yang hilang di hati ini. Perasaan yang semula hanya biasa saja tapi itulah hal terburuk yang akan terjadi di dalam hidupku. Di ujung jalan aku melihat banyak orang berkerumun, aku mulai melangkah menuju tempat tersebut. Sesampainya disana aku tersandung dan terjatuh, saking banyaknya aku tak dapat mendekat ke tempat itu. Hari pun semakin terik, aku pun memutuskan untuk beranjak dari tempat tersebut dan melanjutkan pergi ke Gramedia.
.
.
.
Di depan rumah aku mendapati kedua orang tuaku yang terlihat sangat cemas dan mama pun memelukku dengan sangat erat. Aku melihat semua barang-barang yang akan ku bawa kembali ternyata sudah tertata rapi di depan pintu. Hah,, sudah waktunya. Itu yang aku gumamkan dalam hati. Aku melirik samping rumah dan berfikir kenapa rumahnya banyak sekali orang mondar-mandir di rumahnya. DEG. Apa dia baik-baik saja? “Nak, kamu yang tabah ya.” Elus papa. “He, memang ada apa?” tanyaku. “Lihat di depan rumahnya.” Jawab papa sambil menunjuk kearah rumahnya. Segera aku berlari kesana, tanpa memedulikan apa yang di omongkan kedua orang tuaku. Sesampainya di depan rumahnya yang kebetulan berada di samping rumah aku hanya bisa berdiri terdiam. Apa ini? Apakah ini memang benar terjadi? Sesaat kemudian orang-orang memandangku dengan tatapan kasihan, dan sahabat-sahabatku yang lain pun turut memelukku. Mereka menangis dan memberikan semangat kepadaku. Aku hanya diam. Diam terpaku melihat ke dalam pintu masuk. Seolah tak percaya dengan kenyataan yang ada, Setelah aku melihat ada bendera merah yang berkibar-kibar di pintu gerbangnya aku mulai menangis. Hanya menangis yang bisa aku lakukan untuk waktu itu. Semakin lama aku merasakan tubuhku tak terkendali dan meronta-ronta. Aku tak dapat mendengar apa yang orang-orang katakan. Sunyi. Apa memang Tuhan berkehendak seperti ini? “Tuhan, kenapa jadi seperti ini? Orang yang selama ini aku saying kenapa Kau ambil secepat ini? Kenapa Tuhan? Aku memang bodoh tidak dari dulu menyatakan perasaan yang sudah terpendam sejak lama ini. Memang aku bodoh, hanya bisa melihat diri sendiri senag dan bahagia, tapi tak pernah memikirkan orng lain. Apa ini balasan-Mu ya Tuhan?” ujarku sambil menangis dan meronta. Teman-teman hanya bisa mendekapku dalam pelukan hangat mereka. “Dasar bodoh! Sekali anak bodoh tetaplah anak bodoh...” ujar seseorang. Suara itu... jangan-jangan. Segera aku menoleh ke belakang. Sekilas aku masih tak percaya, tapi dia segera mendekapku. Diam. Aku hanya diam terpaku. “Terima kasih kamu bisa saying sama aku, sudah lama aku ingin mendengar itu langsung dari mulutmu tapi kapan. Ternyata sekaranglah kamu bisa mengungkapkan isi hatimu dengan tulus ikhlas.” Katanya. Setelah itu dia mengecup keningku. Apa ini sungguhan atau aku hanya mimpi? Bukannya dia sudah meninggal? Kenapa masih bisa di hadapanku sekarang? Aneh. Sayang, yang meninggal itu bukan aku. Lagian juga ini bukan rumahku. Aku hanya menguji kamu dengan trik psikologis yang aku ciptakan, dan dengan bantuan paman dan bibi serta teman-teman aksiku pun berjalan dengan lancar. Maafkan aku sebelumnya, bukannya aku bermaksud buruk dengan mempermainkan kematian, tapi hanya ini yang bis aku lakukan sekarang. Karena kamu bisa jujur dengan perasaanmu sendiri dan juga sudah mau kembali ke Jepang dan melanjutkan cita-citamu disana. Hanya itu yang aku inginkan.” Jawabnya. Terima kasih Tuhan, aku tidak kehilangan teman dan juga orang yang sangat aku sayangi.
+End+
by メイリン :)) di 11/14/2009 0 komentar
Label: cerpen
2 Nov 2009
CHizUru *kyaaa*

あなたの手紙には読めない字だけ
会ってその口から聞かせて欲しい
慣れない白は苦手 吐息さえ響く
空の色さえ知れたら救われるのに
上手く出来ぬ呼吸もいつか忘れたい
そう願える強さも干涸びそうで
「うつ伏せの明日」歌えば 棘を伝う睡眠
身体に絡ませられたRestraint
Even the mind seems to sleep
頬に触れた熱はとても懐かしく優しい
朦朧の狭間で見た影 暖色の夢
あなたに映る私の目が
あなたを見失う日が来ても
この目に焼き付いてくれている
木洩れひ陽の日々とあなたは
連れて行かないで
滲む白が揺れる
言葉も忘れそう
涙は流れて何処へ行くの
私の名前を呼んで
砕けるくらい抱いて
これ以上失うのは怖い
あなたは何処で私の事歌っているの
耳をすましても響くのは不安定な鼓動
頬に残ってたはずの熱が思い出ない
朦朧の狭間で見たのは 寒色の現実
千羽のとても小さな
あなたの願いに寄り添って
笑顔も返せずにただ
吐息を数えていた記億の最期に。。。
あなたの声が聞こえて
全てを無くした朝
「一つになれぬ二人」
by メイリン :)) di 11/02/2009 0 komentar
Label: the Gazette
