1 Jan 2011

MANGA

Manga (漫画) (baca: man-ga, atau ma-ng-ga) merupakan kata komik dalam bahasa Jepang; di luar Jepang, kata tersebut digunakan khusus untuk membicarakan tentang komik Jepang. Mangaka (漫画家) (baca: man-ga-ka, atau ma-ng-ga-ka) adalah orang yang menggambar manga.
Manga di Jepang

Majalah-majalah manga di Jepang biasanya terdiri dari beberapa judul komik yang masing-masing mengisi sekitar 30-40 halaman majalah itu (satu chapter/bab). Majalah-majalah tersebut sendiri biasanya mempunyai tebal berkisar antara 200 hingga 850 halaman. Sebuah judul manga yang sukses dapat terbit hingga bertahun-tahun seperti "ジョジョの奇妙な冒険 / Jojo no Kimyō na Bōken / JoJo's Bizarre Adventure / Misi Rahasia". Umumnya, judul-judul yang sukses dapat diangkat untuk dijadikan dalam bentuk animasi (atau sekarang lebih dikenal dengan istilah ANIME) contohnya adalah seperti Naruto, Bleach dan One Piece

Beberapa manga cerita aslinya bisa diangkat berdasarkan dari novel / visual novel, contohnya adalah "Basilisk" (tidak beredar di Indonesia) berdasarkan dari novel "甲賀忍法帖, Kōga Ninpōchō" oleh Futaro Yamada, yang menceritakan pertarungan antara klan ninja Tsubagakure Iga dan klan ninja Manjidani Koga. Ada juga yang mengangkat dari segi sejarah, seperti sejarah Tiga Kerajaan (The Three Kingdom) seperti Legenda Naga (Ryuuroden) dan sejarah-sejarah Jepang, kadang ada yang memakai nama yang benar benar ada, ada juga yang memakai tokoh fiktif

Tokoh Goku dalam Dragonball Evolution

Setelah beberapa lama, cerita-cerita dari majalah itu akan dikumpulkan dan dicetak dalam bentuk buku berukuran biasa, yang disebut tankōbon (atau kadang dikenal sebagai istilah volume). Komik dalam bentuk ini biasanya dicetak di atas kertas berkualitas tinggi dan berguna buat orang-orang yang tidak atau malas membeli majalah-majalah manga yang terbit mingguan yang memiliki beragam campuran cerita/judul. Dari bentuk tankōbon inilah manga biasanya diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain di negara-negara lain seperti Indonesia.

Untuk beberapa judul (yang sukses) bahkan telah/akan dibuat versi manusia (Live Action, atau kadang disingkat sebagai L.A. di jepang), beberapa judul yang telah diangkat menjadi Live Action adalah Death Note, Detektif Conan, GeGeGe no Kintaro, Cutie Honie, Casshern, DevilMan, Saigake!! Otokojuku dan lain lain
Lebih lanjut sebagian judul juga akan dibuat remake kembali secara internasional oleh produsen di luar negara Jepang, seperti Amerika, yang membuat film Live Action Dragon Ball versi Hollywood (20'th Century Fox), dan kabarnya juga akan dibuat versi live action dari Death Note oleh pihak produser barat.
Berdasarkan jenis pembaca
Manga yang khusus ditujukan untuk anak-anak disebut kodomo (子供) — untuk anak-anak.
Manga yang khusus ditujukan untuk (Wanita) dewasa disebut josei (女性) (atau redikomi) — wanita.
Manga yang khusus ditujukan untuk dewasa disebut seinen (青年) — pria.
Manga yang khusus ditujukan untuk perempuan disebut shōjo (少女) — remaja perempuan.
Manga yang khusus ditujukan untuk laki-laki disebut shōnen (少年) — remaja lelaki.

Banyak dari jenis-jenis ini juga berlaku untuk anime dan permainan komputer Jepang.

Dua penerbit manga terbesar di Jepang adalah Shogakukan (小学館) dan Shueisha (集英社).
Gaya penggambaran

Rata-rata mangaka di Jepang menggunakan gaya/style sederhana dalam menggambar manga. Tetapi, gambar latar belakangnya hampir semua manga digambar serealistis mungkin, biarpun gambar karakternya benar-benar sederhana. Para mangaka menggambar sederhana khususnya pada bagian muka, dengan ciri khas mata besar, mulut kecil dan hidung sejumput. Ada juga gaya menggambar Lolicon maupun Shotacon.

Tidak semua manga digambarkan dengan sederhana. Beberapa mangaka menggunakan style yang realistis, walaupun dalam beberapa elemen masih bisa dikategorikan manga. Seperti contohnya Vagabond, karya Takehiko Inoue yang menonjolkan penggunaan arsir, proporsi seimbang dan setting yang realistis.[rujukan?] Tetap, Vagabond dikategorikan manga karena gaya penggambaran mata, serta beberapa bagian yang simpel. Manga juga biasa digambar dalam monochrome dan gradasinya yang biasa disebut tone.

Untuk komik jangka panjang atau yang memiliki ratusan volume, umumnya seiring dengan perkembangan waktu, para mangaka akan mengalami perubahan goresan yang cukup signifikan.[rujukan?] Contoh yang umum di Indonesia mungkin karaya Hojo Tsukasa yang dari Cat Eyes berubah menjadi seperti dalam City Hunter. Atau karya lain Ah ! My Goddess yang dimulai sejak 1988 dan sampai sekarang masih terus berjalan. One Piece and Naruto pun cukup berubah bila dibandingkan pada goresan volume volume awal.[rujukan?]
Doujinshi

Doujinshi adalah sebutan bagi manga yang dibuat oleh fans manga tersebut yang memiliki alur cerita atau ending yang berbeda dari manga aslinya. Para fans ini biasa mendistribusikannya dari tangan ke tangan, dijual secara indie di toko doujinshi, atau mengikuti konvensi akbar doujinshi yang biasa disebut Comiket. Disini dijual ribuan judul doujinshi tiap tahunnya. Pengunjungnya bisa mencapai 400.000 orang.

Doujinshi sendiri kadang menjadi batu loncatan seseorang/kelompok untuk menjadi mangaka. Ken Akamatsu (Love Hina, Negima) juga sering membuat dojin karyanya sendiri. Manga yang bertema hentai biasanya adalah dojin dari manga tertentu yang sudah terkenal. Biasanya karakter manga tersebut memang didesain untuk jadi "sasaran" para dojin-ka (sebutan bagi para pembuat dojin, sama seperi manga-ka).
Manga di Indonesia
Penerbit

Dua penerbit manga terbesar di Indonesia adalah Elex Media Komputindo dan m&c Comics yang merupakan bagian dari kelompok Gramedia. Sekitar tahun 2005, kelompok Gramedia juga telah menghadirkan Level Comics, yang lebih terfokus pada penerbitan manga-manga bergenre Seinen (dewasa).

Tedapat beberapa penerbit ilegal di Indonesia, namun tampaknya peredarannya hanya sebatas di wilayah kota kota besar, karena untuk beberapa daerah tidak ditemukan komik-komik jenis ini. Perbedaan yang mencolok dari penerbit ilegal ini, mereka tampak lebih terbuka terhadap sensor dibandingkan dengan manga terbitan Elex yang jauh lebih ketat dalam hal sensor.
Format baca dan Kejanggalan

Aslinya bahasa Jepang biasanya ditulis dari kanan ke kiri, sehingga penggambaran manga dan ditulis dengan sistem seperti ini di Jepang, yang umum disebut sebagai istilahnya "raw" (mentah). Hal ini berbeda dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang biasa membaca dari kiri (atau sebagai patokan cover depan ada di bagian kiri) ke kanan. Sebelum tahun 2000-an, menyikapi masalah perbedaan budaya ini, ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia gambar dan halamannya umumnya di-flip sehingga dapat dibaca dari kiri ke kanan. Hal ini menyebabkan sering terlihat tokoh tokoh dalam komik terlihat kidal (penggunaan tangan kiri yang dominan) dan sedikit aneh




Untuk beberapa manga yang tidak mempermasalahkan keadaan terbalik ini, hal semacam ini tidak terlalu dipermasalahkan, namun kerancuan menjadi sangat mengganggu dalam terjemahan manga genre detektif seperti Detektif Conan, Q.E.D atau Detektif Kindaichi yang sering memberikan informasi/petunjuk yang sangat menyesatkan pembaca karena pada bagian cerita di bab depan tidak sesuai dengan hasil deduksi/kesimpulan dari tokoh utama maupun fakta yang tergambar dalam cerita. Bahkan dalam suatu buku cerita, kadangkala hanya satu panel yang dibalik (pada bagian deduksi) yang semakin memperparah inti cerita. (lihat gambar di samping)

Manga pertama yang mepertahankan format seperti format Jepang asli (raw) adalah Rurouni Kenshin. Selain itu, beberapa penulis komik seperti Takehiko Inoue yang menciptakan komik Slam Dunk tidak setuju karya mereka diubah begitu saja dan minta agar karya mereka dibiarkan dalam format aslinya (raw). Kini, manga-manga yang terbit di Indonesia biasanya sudah diterbitkan dalam format aslinya, terutama untuk pernerbit terbitan "LEVEL COMICS" semuannya sudah mengikuti format asli RAW Jepang, kecuali untuk beberapa judul dari penerbit "Elex Media Komputindo" yang sebagian ada yang telah mulai diterbitkan sebelum tahun 2000-an.

Beberapa judul (yang telah diterjemahkan / dikenal dalam bahasa Indonesia) yang telah memakai format baca ala jepang (raw) adalah :
Monster (2003) M&C!

Monster - Urasawa Naoki (1995)
Comic Bomber (2008) Elex Media Komputindo

Hoero Pen - SHIMAMOTO Kazuhiko (2002)
ROAD to St. ANDREWS DANDOH XI (2008) Elex Media Komputindo

DAN DOH!! XI - SAKATA Nobuhiro & BANJO Daichi (2002)
AEGIS in the DARK (2008) Elex Media Komputindo

YAMI NO AEGIS - NANATSUKI Kyouichi & FUJIWARA Yoshihide (2006)
C.M.B. (2008) Elex Media Komputindo

C.M.B. - Shinra Hakubutstukan no Jiken Mokuroku - Motohiro Katou (2006)
Kungfu Boy Legends (2008) Elex Media Komputindo

Tekken Chinmi Legends - Takeshi Maekawa (2007)
A.S.Animal Sense (2008) Elex Media Komputindo

A.S.(Animal Sense) - Takeshi Maekawa (2006)
Yotsuba &! (2008) Elex Media Komputindo

Yotsubato! - Kiyohiko Azuma / Yotuba Sutazio (2007)
Azumanga DAIOH Elex Media Komputindo
ONE PIECE Elex Media Komputindo
Gash Bell M&C!
Ghost Sweeper Mikami Elex Media Komputindo
Pengaruh pada kultur di Indonesia

Karena banyaknya manga yang diterbitakan di Indonesia sejak dari zaman Doraemon, Candy Candy, Detective Conan, maupun Kungfu Boy yang membanjiri pasar Indonesia yang berlangsung selama bertahun-tahun dengan distribusi yang cukup teratur sehingga menyebabkan manga terbitan Elex Media Komputindo sangat mudah diperoleh apabila dibandingkan dengan peredaran komik Eropa/Amerika yang relatif lebih susah dan lebih mahal, kecuali Donal Bebek yang masih bisa didapat secara teratur tiap minggunya.

Hal ini mengakibatkan terjadinya debat kusir pada proses pembentukan komik karya "Indonesia", karena secara tidak langsung banyak generasi komikus muda di Indonesia baik tanpa sadar maupun sadar, terpengaruh oleh gaya aliran Jepang (manga) ini. Hal ini pun masih diperdebatkan, namun mengingat dengan beberapa pengarang asal Korea dan Hong Kong yang memiliki goretan yang cukup mirip dengan manga Jepang, harusnya hal ini tidak dipermasalahkan.

Di Indonesia juga terdapat komunitas-komunitas penggemar manga dan anime. Biasanya mereka berkumpul dan berbagi dengan penggemar lain lewat internet atau berkumpul di suatu tempat. Para penggemar yang bertemu di internet/forum biasa mengadakan gathering (pertemuan) untuk saling berjumpa satu sama lain.
Iklan televisi

Ada sebuah iklan produk makanan yang memakai tokoh yang sangat mirip dengan tokoh Kamen Rider dan baltan (Ultraman) yang disebut lobstozilla. Namun iklan ini lebih mirip jiplakan secara kasar daripada sebuah pengaruh.
Kontroversi

Sekitar tahun 2005 - 2007, penerbit Indonesia seperti Level Comics, berani menerbitkan manga yang berbau DEWASA (Seinen). Pada awal kemunculannya, ini sempat ditentang keras. Bahkan manga Vagabond sempat ditarik dari peredaran. Setelah pemberlakuan sensor yang lebih ketat, para penerbit tidak lagi diprotes oleh para ibu yang anaknya membaca manga-manga tersebut. Manga juga sering dinilai tidak mengindahkan rating karena pencantumannya kurang mengena oleh sebagian kalangan yang menilai.
Manga di luar Jepang

Manga telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa di negara-negara di luar Jepang termasuk Cina, Perancis, Italia, Malaysia, Indonesia dan lainnya. Untuk beberapa negara terdapat sebutan tersendiri untuk menyebut komik:
Manhua untuk China/Hongkong/Taiwan
Manhwa untuk Korea
Jenis manga
Kategori manga pornografis

Biasanya disebut "hentai" (変態) dalam bahasa Inggris, meskipun istilah ecchi (H) lebih sering dipakai. Ecchi sendiri sebenarnya merupakan cara penyebutan orang Jepang untuk huruf "H" dari kata 'hentai'.
Softcore
lolicon (perempuan muda)
shota-con (laki-laki muda)
yaoi (gay)
yuri (lesbian)
Hardcore
ero-guro (erotic-grotesque)
futanari (hermafrodit)
kemono (hewan setengah manusia)

28 Des 2010

Hanazakari no Kimitachi e [SP]




Dorama tanpatsu berdurasi 1 jam 49 menit ini merupakan kelanjutan dari suksesnya Hanazakari no Kimitachi E series. Yup, drama yang bertaburan bintang-bintang papan atas Jepang ini diputar pada tanggal 12 Oktober 2008 dengan rating sebesar 18.8%.

Di luar perkiraan, episode special ini bukannya mengisahkan tentang perjalanan murid-murid Ohsaka Gakuen ke Amerika seperti banyaknya rumor yang beredar, melainkan kisah yang terjadi di antara episode ke 7 dan ke 8 dari versi series nya (oleh karena itu disebut episode 7.5) serta adegan kelulusan dari murid tingkat III.

Sudah setengah tahun Ashiya pulang ke rumahnya di Amerika. Anak-anak murid Ohsaka Gakuen sedang sibuk mempersiapkan pesta kelulusan. Selain itu mereka juga sedang mempersiapkan pesta menyambut Valentine. Seperti biasa di Ohsaka Gakuen yang sangat tergila-gila dengan kompetisi, di Valentine kali ini pun mereka berkompetisi siapa yang mendapatkan coklat terbanyak.

Dalam ajang kompetisi itu muncul pertanyaan dalam diri Nakatsu, sejak kapan Sano mulai jatuh cinta pada Ashiya, dari pertanyaan itulah cerita berkilas balik pada episode 7 dimana Sano meminta Ashiya untuk tidak kembali ke Amerika walaupun dia sudah berhasil melompat. Dan hari-hari sekolah yang ceria serta penuh dengan kompetisi itu pun kembali berulang.

the GazettE: Live DVD, Best Album, dan Maxi Single Baru!

Usai mengguncang Tokyo Dome pada 26 Desember kemarin melalui Final One-man Livenya yang bertajuk TOUR 10 NAMELESS LIBERTY SIX BULLETS, the GazettE telah kembali muncul dengan announcement baru bahwa sebuah Live DVD dan sebuah Best Album akan dirilis bersamaan pada 23 Maret 2010 mendatang! Belum cukup sampai di situ, mereka pun telah menkonfirmasi bahwa sebuah single baru akan segera dirilis pada bulan April 2011, meskipun judul dan detil lebih lanjut belum dapat diketahui.

Berikut setlist Live NLSB Final 26 Desember lalu yang akan dirilis dalam DVD:
01. Red
02. AGONY
03. Hyena
04. Akai One Piece
05. Psychedelic Heroine
06. SHIVER
07. Ganges ni akai bara
08. PLEDGE
09. Bath Room
10. DIM SCENE
11. HEADACHE MAN
12. VERMIN
13. HESITATING MEANS DEATH
14. COCKROACH
15. DISCHARGE
16. Filth in the beauty
-ENCORE 1-
17. Ride with the ROCKERS
18. Nausea & Shudder
19. SWALLOWTAIL ON THE DEATH VALLEY
20. Ruder
21. Kantou dogeza kumiai
22. LINDA~candydive pinky heaven~
-ENCORE 2-
23. Kare uta
24. Miseinen

Sumber:
TW.

"L’Arc-en-Ciel akan vakum sampe 2011 setelah tur L’7"

“Setelah live ini, nggak akan ada live untuk sementara waktu.” Kalimat mengejutkan itu diucapkan Hyde, vokalis laruku, di hadapan puluhan ribu audience konser L’7 Trans Asia’via Paris di Tokyo Dome, awal Juni lalu.

Kabar hiatus yang berhembus pasca pernikahan Tetsu, sang leader, itu terbukti kebenarannya. Sekitar awal Mei, salah satu media cetak Jepang memajang foto hitam putih bertulisan “2011 > Next Live 20th L’Anniversary Live.” Karena belum ada konfirmasi dari laruku, kabar tersebut dianggap angina lalu.

Titik terang mulai terlihat saat Hyde mengumumkannya dalam Hydeist, situs resminya, akhir Mei. “Mulai pekan ini, kami akan memulai live [tur L’7] di Jepang. Saat tur ini berakhir, L’Arc tidak akan mengadakan live lagi untuk sementara. Tapi aku akan senang kalau kalian berpikir bahwa kami akan terbang lebih tinggi lagi.” Tulis Hyde di BBS [bulletin board system] yang hanya bisa diakses member Hydeist itu.

Tokyo dan Osaka, dua kota persinggahan terakhir rangkaian tur L’7, menjadi saksi mundurnya L’Arc untuk sementara. Di penghujung konser, L’Arc menyatakan bahwa mereka belum akan disband. “Sebab, L’Arc adalah culture.” Itulah yang tertulis di giant screen.

Meski menarik diri dari fans, Hyde, Tetsu [basis], Kitamura Ken [gitar], Awaji Yukihiro [drum] akan tetap eksis. “Kami punya beberapa lagu bagus. Jadi kami akan merilisnya. Tunggu saja” kata Hyde di hari kedua konser L’7 di Tokyo, 1 Juni.

Untuk mengobati kesedihan fans sementara mereka vakum, L’Arc sudah menjadwalkan rilis sejumlah item. Pada 27 Agustus, mereka meluncurkan double A-side single NEXUS 4/Shine. NEXUS 4 dicomot Subaru untuk lagu tema iklan produk terbaru mereka, New Legacy. Shine merupakan opening song anime Seirei no Moribito yang tayang April 2007.

Bersamaan dengan single NEXUS 4/Shine, DVD TOUR 2007-2008 Theater of Kiss dilepas ke pasaran. Isinya berupa aksi panggung selama L’Arc mengadakan rangkaian konser Theater of Kiss pada 20 Desember 2007-12 Februari 2008. dua keeping DVD berdurasi 170 menit itu juga memuat dokumentasi off stage mereka. Musim semi tahun depan, L’Arc giliran merilis photo book berisi rangkuman kenangan tur L’7.

Para Cielers, harus bersabar untuk menyaksikan kembali aksi panggung keempat cowok tersebut. Mereka baru akan reuni bila L’Arc berulang tahun ke-20, yaitu pada 2011. “Saat itu kami berencana kembali dengan ‘kapal’ yang lebih besar” ucap Hyde

Ini bukan kali pertama L’Arc vakum. Setelah merilis Real, mereka memutuskan meretas karir solo. Hyde merilis dua album, Roentgen dan 666. Tetsu mengusung bendera Tetsu69 dan meluncurkan album Suite November. Ken membentuk S.O.A.P [Sons of All Pussy] bersama Sakura, mantan drummer L’Arc. Sedangkan Yukihiro mewujudkan impiannya menjadi vokalis bersama band Acid Android.

Selepas rangkaian tur L’7 bukan berarti L’Arc bersantai. Tiap personel memiliki kesibukan sendiri. Seperti..

Hyde, yang lagi-lagi mencuri start. Ia kan kembali berduet dengan KAZ, mantan personel Spin Aqua, setelah sebelumnya mereka pernah berduet mengerjakan album Hyde, Faith. Kali ini mereka berdua mengusung bendera VAMPS.

Tetsu, sang newlywed, mengungkapkan keinginannya menikmati hari-hari setelah pernikahan. “Aku ingin membangun keluarga yang hangat.” tutur suami Sakai Ayana, model sekaligus aktris Jepang yang usianya 16 tahun lebih muda.

Ken, si mantan calon arsitek ini akan terjun sebagai produser. Dia membidani single terbaru band MUCC yang masih belum diberi judul.

Yukihiro, si chocoholic, masih belum memastikan kegiatannya selepas Laruku vakum. Bisa jadi, Yukihiro akan kembali menyeriusi karir bersama Acid Android.

23 Des 2010

ヴィジュアル系, bijuaru kei (Visual Kei)




Visual Kei merupakan penggabungan dari kata Visual(bahasa Inggris), dan Kei(bahasa Jepang) yang mempunyai arti ‘gaya’. Jika komunitas Punk berasal dari London, maka Visual kei berasal dari Jepang. Visual Kei (ヴィジュアル系, bijuaru kei?) mengacu pada sebuah gerakan dalam J-Rock yang populer pada sekitar tahun 1990-an. Gerakan ini ditandai dengan band yang mengenakan kostum dramatis dan imej visual untuk memperoleh perhatian. Di Jepang, penggemar band Visual Kei sebagian besar hampir selalu terdiri dari gadis remaja dan dipasarkan secara luas dalam bentuk merchandise anggota band itu sendiri. Di negara-negara lain, perbandingannya kecil secara kuantitas antara penganut Visual Kei kira-kira keseluruhan antara remaja putra dan putri.

Anggota band Visual Kei sering memakai make up yang mencolok, dengan gaya potongan rambut yang dramatis, yang mengingatkan pada “pita rambut” tahun 1980-an dan memakai kostum yang sangat rumit. Walaupun sebagian besar musisi adalah laki-laki. Anggota band sering bermake up dan memakai pakaian yang dapat dianggap sebagai feminin atau androgynous. Pada akhirnya sebagian band kembali pada image warna – warni dan fantastik yang populer sekitar 5 tahun lalu yang diinspirasi game RPG dan anime. Daya tarik kostum pada fans adalah dengan ditunjukkan oleh para gadis yang berpakaian cosplay sebagai anggota band favorit mereka, secara terpisah pada konser di Jepang, di Amerika pada acara-acara anime.

Band visual kei yang diartikan sebagai yang utama dari gaya visual, tidak mengacu pada jenis musik tertentu. Mereka sebagian memainkan musik rock, hard rock seperti Luna Sea, Dir en Grey, Penicillin, Due'le Quartz, Plastic Tree, musik gothic dan neoclassic seperti Malice Mizer, Moi Dix Mois, Rentrer en Soi, D'espairs Ray dan Phantasmagoria, Light Rock dan Pop seperti L'Arc~en~Ciel, Glay, Shazna dan musik heavy metal dan Ballad seperti X Japan, Loudness, Buck- Tick, Sex Machine Gun, selain itu musik industrial, punk, dan techno kadang - kadang juga masuk ke dalamnya. Dengan mengambil genre dalam arti yang luas, sebagian besar memutuskan memainkan beberapa jenis musik rock.

Pengamat barat seringkali kebingungan dalam membedakan Visual Kei Band dengan Band Gothic karena kadang-kadang penampilannya yang mirip dalam bermake up dan berpakaian, tetapi sebagian gothic Jepang tidak bisa memasukkan visual Kei menjadi Gothic, dan disana ada persilangan budaya kecil antara Visual Kei Jepang dan Gothic Jepang diluar model gothic lolita, yang mana dipengaruhi oleh subbudaya gothic.

Secara luas gerakan ini telah dimulai oleh X Japan pada tahun 1980-an, yang mengangkat tren dari pemanfaatan visual shock untuk memperoleh pengakuan dalam kancah musik independen.

Sejarah:

Sejarah yang “melahirkan” adanya Visual Kei sebenarnya bermula saat Jepang mengalami perubahan besar-besaran usai Perang Dunia II. Saat itu ada suatu komunitas yang ‘terbuang’ dari masyarakat. Komunitas ini tidak hanya berbicara melalui mulut dan tulisan, tapi juga lewat penampilan. Komunitas yang mayoritas terdiri dari kaum adam itu tampil dengan mengenakan berbagai macam aksesoris dan berdandan maupun berperilaku layaknya perempuan. Lewat apa yang mereka pakai, mereka berbicara tentang segala hal. Mulai dari politik, segala under pressure, hingga masalah-masalah psikologis. Namun seiring dengan perubahan zaman, komunitas ini perlahan-lahan mengalami “mati suri” hal ini dikarenakan banyak orang Jepang yang lebih memilih bunuh diri untuk menyelesaikan masalah, daripada tenggelam dalam penderitaannya sendiri.

Oshare Kei




Sejarah
Oshare kei diduga berasal dari genre visual kei, lebih gelap, lebih gothic , dari awal milenium dan sterusnya. Tentugenre ini berbagi aspek utama, salah satu yang paling penting adalah penggunaan visual untuk identitas band. Visual kei menjadi mapan sebagai genre berfokus pada penggunaan kedua seni dan musik; anggota band laki-laki akan memakai pakaian yang rumit (sebagian besar menampilkan gaya pakaian gothic lolita sebagai tema utama) dan memberikan konser yang spektakuler. Banyak musisi visual kei berusaha menjadi lawan jenisnya (kelamin), banyak yang tidak hanya memakai gaun tapi juga mencolok make-up dan gaya rambut over-the-top. Beberapa tahun setelah gaya ini lahir, gaya lain meledak bahkan lebih ekspresif ke dunia musik Jepang. jika visual kei gelap dan gothic, oshare kei lebih cerah dan positif. Ini adalah versi yang sama sekali berbeda dari genre yang sudah sukses. Salah satu band pertama untuk menampilkan oshare kei itu Baroque pada tahun 2001. Pelopor genre ini termasuk, Kra, Charlotte dan An Cafe, yang tampil klasik, gaya manis tanpa berlebihan dan berhasil membawa daerah musik ini ke perhatian publik.

Apakah Oshare Kei?

Secara umum, oshare kei telah datang untuk menjelaskan setiap band yang menempatkan sejumlah kepentingan tinggi pada penggunaan visual dalam pekerjaan mereka, tetapi dengan efek kebalikan dari visual kei. Band oshare kei kebanyakan bertujuan untuk meniru, aspek cute cerah dan berwarna-warni kehidupan, meskipun banyak band yang menunjukkan beberapa karakteristik ini juga dapat memilih aspek-aspek lainnya. Beberapa orang mungkin menyamakan gaya band oshare kei untuk fashion, dengan cara ditampilkan secara teratur di jalan-jalan Harajuku sebagai ledakan besar warna dan antusiasme kekanak-kanakan.
Meskipun sisi musik baru-baru ini disambut musisi berbasis lebih pop, sejumlah besar oshare kei terdiri dari campuran hard rock dan musik punk, sangat mirip dengan visual kei. Oleh karena itu genre ini ditandai dengan optimis, musik rock yang positif tetapi tidak biasa untuk menemukan tari, techno dan pengaruh jazz bahkan dalam ini terus berkembang luas.

Popularitas
Oshare kei tidak mencapai budaya mainstream yang populer hingga yang relatif baru-baru ini, dan masih ada banyak band indie dari genre ini, beberapa diantaranya membawa ide-ide berani dan orisinil. Oshare kei secara teratur mencapai peringkat tinggi di Oricon Indies Chart; An Cafe dan Aicle. dalam peringkat tertentu sering antara sepuluh. Label seperti PS COMPANY dan Red Cafe adalah bukti bahwa oshare kei memiliki potensi untuk menjadi fenomena dunia luas. Beberapa waktu belakangan ini, band-band seperti SuG dan An Cafe telah memainkan konser di Nippon Budokan dengan penonton mencapai 14.000 orang.
Baru-baru ini, band-band seperti An Cafe dan Kra, musiknya telah diterima di luar negeri. Band-band Oshare kei sekarang tidak hanya bermain secara teratur di Eropa dan Amerika, tetapi juga melepaskan CD edisi khusus dan DVD yang melanjutkan ke puncak tangga lagu mereka di beberapa negara di Eropa.

Band
Meskipun sejumlah besar band mencoba menciptakan gaya mereka sendiri dan tidak menggambarkan diri mereka sebagai oshare kei, banyak band oshare kei yang dianggap terinspirasi atau telah mengunakan genre ini sebagai dasar untuk gaya musik mereka saat ini.
Band tercantum di bawah ini adalah awal yang baik untuk siapa pun yang ingin meningkatkan pengetahuan music mereka.


Read more: Oshare Kei http://www.japanesia.org/j-music-talks/oshare-kei/?PHPSESSID=610a2378abc84163f36a54530a61b1e1#ixzz18wzuMosH
haito

Hair style



Zaman sekarang ini banyak kіtа temui potongan rambut yang bermacam-macam bentuk ԁаn variasinya. Salah satunya adalah Fashion Rambut Emo ԁаn Harajuku. Eitsss tunggu dulu, Emo ԁаn Harajuku ini bukan nama orang tetapi fashion rambut yang lagi tren pada jamannya. Ini terbukti sebagian besar anak-anak muda saat ini khususnya mahasiswa menyukai tern rambut ini.

Tren rambut berponi yang disisir rapi kesamping menutupi mata ԁаn pendek pada bagian belakang adalah ciri utama Emo style. Potongan rambut ini dikenal banyak remaja setahun belakangan ini. Emo Style ini dijuluki rambut berat sebelah.

Sedangkan potongan rambut acak-acakan ԁаn unik adalah Harajuku Style yang identik dengan potongan rambut Jepang, potongan rambut ini ѕυԁаh ngtren beberapa tahun belakangan.