
Dorama tanpatsu berdurasi 1 jam 49 menit ini merupakan kelanjutan dari suksesnya Hanazakari no Kimitachi E series. Yup, drama yang bertaburan bintang-bintang papan atas Jepang ini diputar pada tanggal 12 Oktober 2008 dengan rating sebesar 18.8%.
Di luar perkiraan, episode special ini bukannya mengisahkan tentang perjalanan murid-murid Ohsaka Gakuen ke Amerika seperti banyaknya rumor yang beredar, melainkan kisah yang terjadi di antara episode ke 7 dan ke 8 dari versi series nya (oleh karena itu disebut episode 7.5) serta adegan kelulusan dari murid tingkat III.
Sudah setengah tahun Ashiya pulang ke rumahnya di Amerika. Anak-anak murid Ohsaka Gakuen sedang sibuk mempersiapkan pesta kelulusan. Selain itu mereka juga sedang mempersiapkan pesta menyambut Valentine. Seperti biasa di Ohsaka Gakuen yang sangat tergila-gila dengan kompetisi, di Valentine kali ini pun mereka berkompetisi siapa yang mendapatkan coklat terbanyak.
Dalam ajang kompetisi itu muncul pertanyaan dalam diri Nakatsu, sejak kapan Sano mulai jatuh cinta pada Ashiya, dari pertanyaan itulah cerita berkilas balik pada episode 7 dimana Sano meminta Ashiya untuk tidak kembali ke Amerika walaupun dia sudah berhasil melompat. Dan hari-hari sekolah yang ceria serta penuh dengan kompetisi itu pun kembali berulang.
28 Des 2010
Hanazakari no Kimitachi e [SP]
by メイリン :)) di 12/28/2010 0 komentar
Label: dorama
the GazettE: Live DVD, Best Album, dan Maxi Single Baru!
Usai mengguncang Tokyo Dome pada 26 Desember kemarin melalui Final One-man Livenya yang bertajuk TOUR 10 NAMELESS LIBERTY SIX BULLETS, the GazettE telah kembali muncul dengan announcement baru bahwa sebuah Live DVD dan sebuah Best Album akan dirilis bersamaan pada 23 Maret 2010 mendatang! Belum cukup sampai di situ, mereka pun telah menkonfirmasi bahwa sebuah single baru akan segera dirilis pada bulan April 2011, meskipun judul dan detil lebih lanjut belum dapat diketahui.
Berikut setlist Live NLSB Final 26 Desember lalu yang akan dirilis dalam DVD:
01. Red
02. AGONY
03. Hyena
04. Akai One Piece
05. Psychedelic Heroine
06. SHIVER
07. Ganges ni akai bara
08. PLEDGE
09. Bath Room
10. DIM SCENE
11. HEADACHE MAN
12. VERMIN
13. HESITATING MEANS DEATH
14. COCKROACH
15. DISCHARGE
16. Filth in the beauty
-ENCORE 1-
17. Ride with the ROCKERS
18. Nausea & Shudder
19. SWALLOWTAIL ON THE DEATH VALLEY
20. Ruder
21. Kantou dogeza kumiai
22. LINDA~candydive pinky heaven~
-ENCORE 2-
23. Kare uta
24. Miseinen
Sumber:
TW.
by メイリン :)) di 12/28/2010 0 komentar
Label: the Gazette
"L’Arc-en-Ciel akan vakum sampe 2011 setelah tur L’7"
“Setelah live ini, nggak akan ada live untuk sementara waktu.” Kalimat mengejutkan itu diucapkan Hyde, vokalis laruku, di hadapan puluhan ribu audience konser L’7 Trans Asia’via Paris di Tokyo Dome, awal Juni lalu.
Kabar hiatus yang berhembus pasca pernikahan Tetsu, sang leader, itu terbukti kebenarannya. Sekitar awal Mei, salah satu media cetak Jepang memajang foto hitam putih bertulisan “2011 > Next Live 20th L’Anniversary Live.” Karena belum ada konfirmasi dari laruku, kabar tersebut dianggap angina lalu.
Titik terang mulai terlihat saat Hyde mengumumkannya dalam Hydeist, situs resminya, akhir Mei. “Mulai pekan ini, kami akan memulai live [tur L’7] di Jepang. Saat tur ini berakhir, L’Arc tidak akan mengadakan live lagi untuk sementara. Tapi aku akan senang kalau kalian berpikir bahwa kami akan terbang lebih tinggi lagi.” Tulis Hyde di BBS [bulletin board system] yang hanya bisa diakses member Hydeist itu.
Tokyo dan Osaka, dua kota persinggahan terakhir rangkaian tur L’7, menjadi saksi mundurnya L’Arc untuk sementara. Di penghujung konser, L’Arc menyatakan bahwa mereka belum akan disband. “Sebab, L’Arc adalah culture.” Itulah yang tertulis di giant screen.
Meski menarik diri dari fans, Hyde, Tetsu [basis], Kitamura Ken [gitar], Awaji Yukihiro [drum] akan tetap eksis. “Kami punya beberapa lagu bagus. Jadi kami akan merilisnya. Tunggu saja” kata Hyde di hari kedua konser L’7 di Tokyo, 1 Juni.
Untuk mengobati kesedihan fans sementara mereka vakum, L’Arc sudah menjadwalkan rilis sejumlah item. Pada 27 Agustus, mereka meluncurkan double A-side single NEXUS 4/Shine. NEXUS 4 dicomot Subaru untuk lagu tema iklan produk terbaru mereka, New Legacy. Shine merupakan opening song anime Seirei no Moribito yang tayang April 2007.
Bersamaan dengan single NEXUS 4/Shine, DVD TOUR 2007-2008 Theater of Kiss dilepas ke pasaran. Isinya berupa aksi panggung selama L’Arc mengadakan rangkaian konser Theater of Kiss pada 20 Desember 2007-12 Februari 2008. dua keeping DVD berdurasi 170 menit itu juga memuat dokumentasi off stage mereka. Musim semi tahun depan, L’Arc giliran merilis photo book berisi rangkuman kenangan tur L’7.
Para Cielers, harus bersabar untuk menyaksikan kembali aksi panggung keempat cowok tersebut. Mereka baru akan reuni bila L’Arc berulang tahun ke-20, yaitu pada 2011. “Saat itu kami berencana kembali dengan ‘kapal’ yang lebih besar” ucap Hyde
Ini bukan kali pertama L’Arc vakum. Setelah merilis Real, mereka memutuskan meretas karir solo. Hyde merilis dua album, Roentgen dan 666. Tetsu mengusung bendera Tetsu69 dan meluncurkan album Suite November. Ken membentuk S.O.A.P [Sons of All Pussy] bersama Sakura, mantan drummer L’Arc. Sedangkan Yukihiro mewujudkan impiannya menjadi vokalis bersama band Acid Android.
Selepas rangkaian tur L’7 bukan berarti L’Arc bersantai. Tiap personel memiliki kesibukan sendiri. Seperti..
Hyde, yang lagi-lagi mencuri start. Ia kan kembali berduet dengan KAZ, mantan personel Spin Aqua, setelah sebelumnya mereka pernah berduet mengerjakan album Hyde, Faith. Kali ini mereka berdua mengusung bendera VAMPS.
Tetsu, sang newlywed, mengungkapkan keinginannya menikmati hari-hari setelah pernikahan. “Aku ingin membangun keluarga yang hangat.” tutur suami Sakai Ayana, model sekaligus aktris Jepang yang usianya 16 tahun lebih muda.
Ken, si mantan calon arsitek ini akan terjun sebagai produser. Dia membidani single terbaru band MUCC yang masih belum diberi judul.
Yukihiro, si chocoholic, masih belum memastikan kegiatannya selepas Laruku vakum. Bisa jadi, Yukihiro akan kembali menyeriusi karir bersama Acid Android.
by メイリン :)) di 12/28/2010 0 komentar
Label: L'arc~en~ciel
23 Des 2010
ヴィジュアル系, bijuaru kei (Visual Kei)

Visual Kei merupakan penggabungan dari kata Visual(bahasa Inggris), dan Kei(bahasa Jepang) yang mempunyai arti ‘gaya’. Jika komunitas Punk berasal dari London, maka Visual kei berasal dari Jepang. Visual Kei (ヴィジュアル系, bijuaru kei?) mengacu pada sebuah gerakan dalam J-Rock yang populer pada sekitar tahun 1990-an. Gerakan ini ditandai dengan band yang mengenakan kostum dramatis dan imej visual untuk memperoleh perhatian. Di Jepang, penggemar band Visual Kei sebagian besar hampir selalu terdiri dari gadis remaja dan dipasarkan secara luas dalam bentuk merchandise anggota band itu sendiri. Di negara-negara lain, perbandingannya kecil secara kuantitas antara penganut Visual Kei kira-kira keseluruhan antara remaja putra dan putri.
Anggota band Visual Kei sering memakai make up yang mencolok, dengan gaya potongan rambut yang dramatis, yang mengingatkan pada “pita rambut” tahun 1980-an dan memakai kostum yang sangat rumit. Walaupun sebagian besar musisi adalah laki-laki. Anggota band sering bermake up dan memakai pakaian yang dapat dianggap sebagai feminin atau androgynous. Pada akhirnya sebagian band kembali pada image warna – warni dan fantastik yang populer sekitar 5 tahun lalu yang diinspirasi game RPG dan anime. Daya tarik kostum pada fans adalah dengan ditunjukkan oleh para gadis yang berpakaian cosplay sebagai anggota band favorit mereka, secara terpisah pada konser di Jepang, di Amerika pada acara-acara anime.
Band visual kei yang diartikan sebagai yang utama dari gaya visual, tidak mengacu pada jenis musik tertentu. Mereka sebagian memainkan musik rock, hard rock seperti Luna Sea, Dir en Grey, Penicillin, Due'le Quartz, Plastic Tree, musik gothic dan neoclassic seperti Malice Mizer, Moi Dix Mois, Rentrer en Soi, D'espairs Ray dan Phantasmagoria, Light Rock dan Pop seperti L'Arc~en~Ciel, Glay, Shazna dan musik heavy metal dan Ballad seperti X Japan, Loudness, Buck- Tick, Sex Machine Gun, selain itu musik industrial, punk, dan techno kadang - kadang juga masuk ke dalamnya. Dengan mengambil genre dalam arti yang luas, sebagian besar memutuskan memainkan beberapa jenis musik rock.
Pengamat barat seringkali kebingungan dalam membedakan Visual Kei Band dengan Band Gothic karena kadang-kadang penampilannya yang mirip dalam bermake up dan berpakaian, tetapi sebagian gothic Jepang tidak bisa memasukkan visual Kei menjadi Gothic, dan disana ada persilangan budaya kecil antara Visual Kei Jepang dan Gothic Jepang diluar model gothic lolita, yang mana dipengaruhi oleh subbudaya gothic.
Secara luas gerakan ini telah dimulai oleh X Japan pada tahun 1980-an, yang mengangkat tren dari pemanfaatan visual shock untuk memperoleh pengakuan dalam kancah musik independen.
Sejarah:
Sejarah yang “melahirkan” adanya Visual Kei sebenarnya bermula saat Jepang mengalami perubahan besar-besaran usai Perang Dunia II. Saat itu ada suatu komunitas yang ‘terbuang’ dari masyarakat. Komunitas ini tidak hanya berbicara melalui mulut dan tulisan, tapi juga lewat penampilan. Komunitas yang mayoritas terdiri dari kaum adam itu tampil dengan mengenakan berbagai macam aksesoris dan berdandan maupun berperilaku layaknya perempuan. Lewat apa yang mereka pakai, mereka berbicara tentang segala hal. Mulai dari politik, segala under pressure, hingga masalah-masalah psikologis. Namun seiring dengan perubahan zaman, komunitas ini perlahan-lahan mengalami “mati suri” hal ini dikarenakan banyak orang Jepang yang lebih memilih bunuh diri untuk menyelesaikan masalah, daripada tenggelam dalam penderitaannya sendiri.
by メイリン :)) di 12/23/2010 0 komentar
Label: style
Oshare Kei

Sejarah
Oshare kei diduga berasal dari genre visual kei, lebih gelap, lebih gothic , dari awal milenium dan sterusnya. Tentugenre ini berbagi aspek utama, salah satu yang paling penting adalah penggunaan visual untuk identitas band. Visual kei menjadi mapan sebagai genre berfokus pada penggunaan kedua seni dan musik; anggota band laki-laki akan memakai pakaian yang rumit (sebagian besar menampilkan gaya pakaian gothic lolita sebagai tema utama) dan memberikan konser yang spektakuler. Banyak musisi visual kei berusaha menjadi lawan jenisnya (kelamin), banyak yang tidak hanya memakai gaun tapi juga mencolok make-up dan gaya rambut over-the-top. Beberapa tahun setelah gaya ini lahir, gaya lain meledak bahkan lebih ekspresif ke dunia musik Jepang. jika visual kei gelap dan gothic, oshare kei lebih cerah dan positif. Ini adalah versi yang sama sekali berbeda dari genre yang sudah sukses. Salah satu band pertama untuk menampilkan oshare kei itu Baroque pada tahun 2001. Pelopor genre ini termasuk, Kra, Charlotte dan An Cafe, yang tampil klasik, gaya manis tanpa berlebihan dan berhasil membawa daerah musik ini ke perhatian publik.
Apakah Oshare Kei?
Secara umum, oshare kei telah datang untuk menjelaskan setiap band yang menempatkan sejumlah kepentingan tinggi pada penggunaan visual dalam pekerjaan mereka, tetapi dengan efek kebalikan dari visual kei. Band oshare kei kebanyakan bertujuan untuk meniru, aspek cute cerah dan berwarna-warni kehidupan, meskipun banyak band yang menunjukkan beberapa karakteristik ini juga dapat memilih aspek-aspek lainnya. Beberapa orang mungkin menyamakan gaya band oshare kei untuk fashion, dengan cara ditampilkan secara teratur di jalan-jalan Harajuku sebagai ledakan besar warna dan antusiasme kekanak-kanakan.
Meskipun sisi musik baru-baru ini disambut musisi berbasis lebih pop, sejumlah besar oshare kei terdiri dari campuran hard rock dan musik punk, sangat mirip dengan visual kei. Oleh karena itu genre ini ditandai dengan optimis, musik rock yang positif tetapi tidak biasa untuk menemukan tari, techno dan pengaruh jazz bahkan dalam ini terus berkembang luas.
Popularitas
Oshare kei tidak mencapai budaya mainstream yang populer hingga yang relatif baru-baru ini, dan masih ada banyak band indie dari genre ini, beberapa diantaranya membawa ide-ide berani dan orisinil. Oshare kei secara teratur mencapai peringkat tinggi di Oricon Indies Chart; An Cafe dan Aicle. dalam peringkat tertentu sering antara sepuluh. Label seperti PS COMPANY dan Red Cafe adalah bukti bahwa oshare kei memiliki potensi untuk menjadi fenomena dunia luas. Beberapa waktu belakangan ini, band-band seperti SuG dan An Cafe telah memainkan konser di Nippon Budokan dengan penonton mencapai 14.000 orang.
Baru-baru ini, band-band seperti An Cafe dan Kra, musiknya telah diterima di luar negeri. Band-band Oshare kei sekarang tidak hanya bermain secara teratur di Eropa dan Amerika, tetapi juga melepaskan CD edisi khusus dan DVD yang melanjutkan ke puncak tangga lagu mereka di beberapa negara di Eropa.
Band
Meskipun sejumlah besar band mencoba menciptakan gaya mereka sendiri dan tidak menggambarkan diri mereka sebagai oshare kei, banyak band oshare kei yang dianggap terinspirasi atau telah mengunakan genre ini sebagai dasar untuk gaya musik mereka saat ini.
Band tercantum di bawah ini adalah awal yang baik untuk siapa pun yang ingin meningkatkan pengetahuan music mereka.
Read more: Oshare Kei http://www.japanesia.org/j-music-talks/oshare-kei/?PHPSESSID=610a2378abc84163f36a54530a61b1e1#ixzz18wzuMosH
haito
by メイリン :)) di 12/23/2010 0 komentar
Label: style
Hair style

Zaman sekarang ini banyak kіtа temui potongan rambut yang bermacam-macam bentuk ԁаn variasinya. Salah satunya adalah Fashion Rambut Emo ԁаn Harajuku. Eitsss tunggu dulu, Emo ԁаn Harajuku ini bukan nama orang tetapi fashion rambut yang lagi tren pada jamannya. Ini terbukti sebagian besar anak-anak muda saat ini khususnya mahasiswa menyukai tern rambut ini.
Tren rambut berponi yang disisir rapi kesamping menutupi mata ԁаn pendek pada bagian belakang adalah ciri utama Emo style. Potongan rambut ini dikenal banyak remaja setahun belakangan ini. Emo Style ini dijuluki rambut berat sebelah.
Sedangkan potongan rambut acak-acakan ԁаn unik adalah Harajuku Style yang identik dengan potongan rambut Jepang, potongan rambut ini ѕυԁаh ngtren beberapa tahun belakangan.
by メイリン :)) di 12/23/2010 0 komentar
Label: style
18 Okt 2010
ガゼット, Gazetto ^O^8

The Gazette (ガゼット, Gazetto?), stylized as the GazettE, is a Japanese visual kei-based[1] rock band formed early in 2002, currently signed to Sony Music Japan's VVV Records.
2002: Conception and early work
The foundations of the band began with Ruki (vocals), Reita (bass), and Uruha (guitar). After being involved with other bands in the visual scene, the trio decided that the GazettE would be their last band[2]. They recruited Aoi (guitar) and Yune (drums) from disbanded visual band Artia and so began the GazettE in January 2002.[3][2]
Originally signed to Matina, they released their first single, "Wakaremichi", and a video release on April 30, 2002[4]. They re-released Wakaremichi and the video release in June of the same year[4]. By September, they had released "Kichiku Kyoushi (32sai Dokushin) no Nousatsu Kouza" and their second PV release. In October they played their first one-man live. On Christmas, the 5-song compilation 妖幻鏡moon including the Gazette's song "Yougenkyou" was released [5].
[edit] 2003: New drummer and Cockayne Soup
In early 2003, Yune decided to leave the band, and he was replaced by Kai. Shortly after, they signed with the PS Company label and in May, released their first EP, Cockayne Soup. They started their first tour, with the band Hanamuke, and along with the tour, the bands collaborated on two songs. A second tour followed with the band Vidoll, and the bands were featured together on the November issue of Cure, a magazine focusing on Visual Kei bands.[6]
In early December, they played a co-headlining show with Deadman. On December 28 they performed at Fool's Mate magazine's Beauti-fool's Fest which was later released on DVD.
[edit] 2004: Disorder
On January 16, 2004 they recorded a solo performance at the Shibuya-AX, which was released on DVD as Tokyo Saihan -Judgment Day-.[3] On March 30, 2004 they released their Madara mini-album, which reached #2 on the Oricon Indie Charts. Madara was followed in May by a companion DVD, which included six music videos and an in-the-studio documentary. The same month, the GazettE was featured in Shoxx magazine's Expect Rush III, a catalogue of independent Visual Kei artists.[7] A second live DVD, Heisei Banka, was released in August.[3] During September and October they toured with fellow PS Company bands Kra and BIS. Their debut album, Disorder, was released in October and made it to the top 5 of the indies Oricon Daily Charts.
The band spent the remainder of 2004 and 2005 touring extensively, releasing Gama, another mini-album, in August.
[edit] 2005-2006: Nil and Nameless Liberty Six Guns
In 2005, the band released their first major label single, Cassis, in December.[8]
Starting 2006 with a name change—from Japanese characters to a romanized script—they released Nil, their second full-length album, on February 8, 2006,[3] and embarked on another Japanese tour, ending at the venue Nippon Budokan.[9] That July, the GazettE performed at the Beethovenhalle in Bonn, Germany, their first show outside of Asia. The concerts were arranged in conjunction with the AnimagiC anime and manga convention.[10]
[edit] 2007-2009: Stacked Rubbish and DIM
Three more singles were released followed by another studio album, Stacked Rubbish on July 4, 2007. It reached #2 on the Oricon charts within a day from the release. The album debut was followed by a promotional tour from July through September. In October, the GazettE embarked on their first European tour, performing in England, Finland, France, and Germany.
A single named "Guren" was released on February 13, 2008, which landed a #1 spot on the Oricon Charts. It was announced that a new DVD would be released in August, and a new single Leech in Autumn 2008 [11], which also landed a #1 spot on the Oricon daily charts.[12]
The GazettE accomplished a one man tour through all of October called "From the Distorted City," referencing to the song "Distorted Daytime" in their single "Leech," which portrays Tokyo as a "distorted city," in terms of the society and political crisis sweeping over Japan.
On November 15, 2008, the GazettE hosted their first secret show in Shinjuku Station. Originally, around two-hundred fifty people were to be anticipated, but instead, over seven thousand attended, the most in the band's history. Due to the amount of people on the streets, the police were forced to shut it down after two songs.[12][13]
On January 3, 2009, the GazettE performed alongside their fellow bands signed to the PS Company label to celebrate the record label's tenth anniversary, where they announced they would release a new single called "Distress and Coma", which was preceded by a seventh-anniversary performance on March 10 at Makuhari Messe Convention Hall.
The band released their next full-length studio album, "DIM" in the summer, followed by another Japan-wide summer tour starting in July, for which the tour's final show was held at Saitama Super Arena.
On October 7, 2009, they released their new single called "BEFORE I DECAY". On December 24, the GazettE held a Christmas Eve live to close out the year called "A HYMN OF THE CRUXIFIXION".[14]
[edit] 2010: Transfer to Sony Music Records
On March 2010, the band embarked on "THE END OF STILLNESS" fan club only tour.[14]
After the fanclub tour, the band then announced another single and a live tour, which is named "TOUR10 NAMELESS LIBERTY SIX BULLETS" starting in July with two consecutive nights at the Nippon Budokan.[15] On August 4, 2010, they released a DVD of the band's ten promotional videos (aptly titled FILM BUG II). Among all of these events, the band has announced that they would be transferring from King Records to Sony Music Records, with the release of their seventeenth single "SHIVER", which was also selected as the opening theme song to the Sony anime series Kuroshitsuji II, was released on July 21, 2010.[16]
Right after the release of "SHIVER", the band announced the location for the final of the tour for "TOUR10 NAMELESS LIBERTY SIX BULLETS" which would be Tokyo Dome, and two new singles "Red" and "PLEDGE". [17] "Red" was released on September 22, 2010 and "PLEDGE" will be released on December 15, 2010. [18]
[edit] Musical style
the GazettE's musical style varies greatly, but it is generally thought of to be a form of rock music while delving into the genres of heavy metal like "Ogre" and alternative metal like "Taion" and "The Invisible Wall". Songs like "Silly God Disco" and "Swallowtail on the Death Valley" feature a funk rock sound, while songs like "LEECH" and "Hyena" feature a hard rock sound. Other songs like "Maggots", "Discharge" and "Headache Man" dwell into heavier forms of music, in particular, metalcore. the GazettE also uses a wide range of synthesized sounds during their songs, including female voices, shown in songs such as "Filth in the beauty," and "Leech". the GazettE utilizes various tunings to achieve different atmospheres and style of music. They originally used standard tuning but overtime have shifted into 1 step down and are now currently using Drop B as their primary tuning.[citation needed]
Within all their heavy work, The Gazette has also produced a number of ballads, including "Nakigahara,", "Reila", "Guren", and "Cassis".
by メイリン :)) di 10/18/2010 0 komentar
Label: the Gazette
