20 Nov 2009

UN oh UN.....

.Fuiih
.kenapa ya setiap mau UN bawaanya jantung ini dag-dig-dug-duer
.bisa nggak sih pemerintah ngertiin kita
.sekali aja
.mana rencananya kami mau di pisah-pisah
.apa nggak gila tuh
.DASAR!!!!
.memang sih aku akuin kalo kayak gitu bisa mengurangi tingkat kecurangan
.tapi apa nggak bikin down tuh
.kami di paksa linglung
.secara nggak ada yang kita kenal
.walau ada teman-teman kita dari SD/SMP yang kita kenal
.tapi kan beda
Mereka pasti udah nggak bisa si ajak kompromi lagi
.kalo kita satu ruangan itu teman satu sekolah pasti bisa memacu kita unutk lebih dan lebih semangat
.bukannya kayak gini
.tolonglah di kaji ulang
.yang ngasih peraturan kayak gini apa bisa ngerjain soal dengan system kayak gitu
.coba deh aku kasih soal FISIKA!!!
.pasti puyenk ndiri tuh
.makanya jadi orang jangan sok deh

dERiTa QUw....

.ught!!
.kenapa sih hal itu bisa terjadi lagi padaku.
.Ya Tuhan~
.apa aku harus menanggung beban seberat ini sendiri?
.kenapa?
.hanya itu yang ingin aku tanyakan kepada-MU
.kenapa setiap aku mulai mencintai seseorang kami selalu tak bisa bersatu
.nande???
.apakah mungkin aku tak pantas untuk belajar mencintai seseorang?
.atau mungkin mereka bukanlah orang yang pantas berada di dalam hatiku ini
.tapi sampai kapan?
.aku hanya bisa pasrah kepada-MU
.ku serahkan segalanya hanya kepada-MU ya Robb
.ahh~
.sudahlah
.lagi pula sebentar lagi UN sudah menanti di seberang jalan
.untuk apa aku memikirkan semua hal ini
.lebih baik aku memikirkan masa depan yang memang sudah di depan mata
.aiio mey
.semangat!!!!
.BANZAI!!!!!
d(^o^)b

STResS!!!!

.aku tuh pengen banget bikin club yang nggak terlalu ribet
.yah kita have fun have fun aja
.yang bisa kumpul kapan aja dan diman aja
.terserah mau kayak gimana
.yang penting hati kita nggak ada beban
.itung-itung buat ilangin tuh yang namanya stress
.hanya itu yang pengen aku dirikan
.mungkin diantara kalian ada yang minat
.boleh aja join kesini
.lagian juga nggak ada yang larang kok
.kami juga sudah sadar udah kelas XII
.jadi Cuma bentar aja kok
.paling kumpul Cuma buat ketawa
.bahas-bahas komik keluaran terbaru
.ato cuam bahas NIHON-GO
.xixi.
.lucu juga kali ya
.yang bikin orang keluaran RSJ
+di timpukin sendal+
.hidup para OTAKU!!!
.dasar anak-anak SMADA pada nggak waras semua
.maklum lah udah mau UN
.bwahaha.

14 Nov 2009

AkUu puLAaAanG!!!!

Senja hari itu sangat indah. Hangat. Aku merenung diatas atap rumah. Mengamati setiap sudut kota. Sudah lama tak melakukan hal seperti ini.
.
.
.
“AHH.. AKHIRNYA BISA SAMPAI JUGA....” teriakku sambil mengepalkan tangan ke atas. “Oi.... Berisik tau!!!” teriak seseorang. “Ma-maaf..” aku menoleh ke arahnya, dan ternyata dia….
“Heh anak bodoh!! Kapan kamu datang?” katanya. “Ohh,, ternyata sampai sekarang pun kamu masih memanggilku anak bodoh ya…” jawabku. Dia adalah teman dekatku, bisa di bilang sahabat setiaku. Tapi lama-lama ada rasa aneh yang muncul di hati ini. Mungkin aneh tapi memang ini yang aku rasakan, kami sudah bersahabat dari TK. Hanya dia yang bisa mengerti aku. Hanya dia seorang.
.
.
.
.
Tiba-tiba saja dia langsung duduk di sampingku dan memelukku erat sekali. ”Selamat datang kembali putri kecilku. Aku selalu dan selalu menantimu hingga kau pulang lagi.” Bisiknya. “Arigatou~ hmm... hontou ni gomen nasai, aku pergi lama. Kamu baik-baik saja kan?” kataku. “He-eh...biarkan aku memelukmu untuk melepas rinduku ini.” Pintanya. Sudah lama sekali setelah upacara ke lulusan waktu itu, tak disangka kami selama itu terpisah jauh. Sudah hampir 3 tahun aku mengenyam pendidikan di Negeri Sakura tersebut, dan selama itu lah aku dan dia terakhir duduk disini. Tapi, apakah dia masih ingat akan janji kami dulu. Hanya itu yang sedang aku pikirkan sekarang.

***

“Oiya, kapan kamu mau menyusulku kesana?” tanyaku. “Ehh, entahlah. Aku juga bingung mau lanjut ke Jepang atau ke Jerman.” Jawabnya pasrah. “Tapi kamu masih ingat akan janji kita kan?” kataku sambil meneteskan air mata. Yang dia lakukan adalah memelukku. Itulah senjata andalannya saat melihatku menangis. “Sepertinya aku tidak bisa kesana sekarang, karena aku di minta kakakku untuk meneruskan perusahaan papa. Entah sampai kapan, mungkin setelah kakakku kembali kesini.” Jawabnya sambil terus memelukku.
.
.
.
Apa memang ini yang Tuhan kehendaki. Kami terpisah sangat jauh. Kalau di pikir-pikir, kami seperti anak-anak F4-nya Hana Yori Dango +lebay mode on+ . Hmmm~ Mungkin Tuhan mau membuka mata hati kami, kalau hidup ini pasti akan ada perpisahan. Itu yang aku pikirkan sekarang. Dia selalu menyemangatiku, dan berjanji kelak saat pendidikannya disini telah selesai dia akan menyusulku dan mengambil S2 disana. Terkadang aku sangat senang mengingat akan kata-kata manis itu, tapi ada kalanya rasa takut itu bergelayutan di pundakku. Aku tak ingin kehilangan seseorang seperti dia, terlebih lagi dia sahabat terbaikku. Dia beda… Ya… Dia memang beda dari cowok-cowok lainnya. Cara berfikirnya sangat simple tapi analisisnya sangat mengagumkan. Penampilannya yang sedikit urakan memberi kesan dia sangat santai menghadapi sgala masalah. Andai dia bisa mewujudkan mipinya sebagai detektif ternama di Jepang. Haha. Mungkin kedengaran sedikit lebay, tapi itu semua sanagt mungkin terjadi, pasalnya dia sangat berbakat dan juga sering membaca novel-novel serta komik-komik detektif.
.
.
.
.
.
Yang saat ini aku inginkan hanyalah berada di sampingnya, hanya itu. Tak terasa mentari pun telah di telan bumi dan kami pun saling terdiam membisu, tenggelam dalam pikiran kami sendiri. Setelah sekian lama terpisah, mungkin ada sedikit rasa canggung yang singgah di hati ini. Ingin rasanya aku mengulang hari-hari seperti dulu. “Aku...” tiba-tiba kami mengatakannya bersamaan. “Ah, kamu duluan..” kataku. “Kamu duluan aja.” Jawabnya. “Aku...aku ingin tinggal disini lagi bersama kamu dan anak-anak yang lain.” Kataku. Dengan wajah tertunduk aku beranikan untuk mengungkapkan rasa yang telah lama berkecambuk di relung hati ini, aku ingin kembali. Sedikit aku melirik ke arahnya, dan yang aku dapatkan adalah tatapannya yang tajam dan sangat ganas. Seumur hidup baru kali ini dia perlihatkan wajah sangarnya kepadaku. Aku sangat ketakutan melihatnya, apa memang salah aku mengatakan kata itu. “Hah?? Terus kuliah kamu dan perusahaan yang kamu jalankan bagaimana nasibnya?” katanya dengan nada tinggi. “Kamu tidak boleh seperti ini. Apa hanya karena aku? Kalau memang benar, lebih baik aku pergi. Aku nyesel punya teman seperti kamu, nggak punya harapan. Kasihan sekali. Anggap saja kita tidak pernah kenal selama ini. Oke!!!” bentaknya. Mungkin itulah pertemuan pertama dan sekaligus terakhirku setelah sekian lama berpisah. Bodoh sekali . Apa yang kamu lakukan Mey. Dasar baka!!! Orang yang selama ini kamu pikirkan dan ingin menemuinya setelah sekian lama berpisah kenapa kamu sia-siakan.

***


Seminggu kemudian...

Siang ini adalah hari terakhirku sebelum berangkat kembali ke Jepang. Berat hati ini, tapi ini semua demi membahagiakan orang tua dan juga teman masa kecilku yang sangat aku sayang. Langkah demi langkah pun aku pijakan menuju Gramedia, took buku kesayanganku selama tinggal di Solo. Tapi siang itu aku merasakan ada yang hilang di hati ini. Perasaan yang semula hanya biasa saja tapi itulah hal terburuk yang akan terjadi di dalam hidupku. Di ujung jalan aku melihat banyak orang berkerumun, aku mulai melangkah menuju tempat tersebut. Sesampainya disana aku tersandung dan terjatuh, saking banyaknya aku tak dapat mendekat ke tempat itu. Hari pun semakin terik, aku pun memutuskan untuk beranjak dari tempat tersebut dan melanjutkan pergi ke Gramedia.
.
.
.
Di depan rumah aku mendapati kedua orang tuaku yang terlihat sangat cemas dan mama pun memelukku dengan sangat erat. Aku melihat semua barang-barang yang akan ku bawa kembali ternyata sudah tertata rapi di depan pintu. Hah,, sudah waktunya. Itu yang aku gumamkan dalam hati. Aku melirik samping rumah dan berfikir kenapa rumahnya banyak sekali orang mondar-mandir di rumahnya. DEG. Apa dia baik-baik saja? “Nak, kamu yang tabah ya.” Elus papa. “He, memang ada apa?” tanyaku. “Lihat di depan rumahnya.” Jawab papa sambil menunjuk kearah rumahnya. Segera aku berlari kesana, tanpa memedulikan apa yang di omongkan kedua orang tuaku. Sesampainya di depan rumahnya yang kebetulan berada di samping rumah aku hanya bisa berdiri terdiam. Apa ini? Apakah ini memang benar terjadi? Sesaat kemudian orang-orang memandangku dengan tatapan kasihan, dan sahabat-sahabatku yang lain pun turut memelukku. Mereka menangis dan memberikan semangat kepadaku. Aku hanya diam. Diam terpaku melihat ke dalam pintu masuk. Seolah tak percaya dengan kenyataan yang ada, Setelah aku melihat ada bendera merah yang berkibar-kibar di pintu gerbangnya aku mulai menangis. Hanya menangis yang bisa aku lakukan untuk waktu itu. Semakin lama aku merasakan tubuhku tak terkendali dan meronta-ronta. Aku tak dapat mendengar apa yang orang-orang katakan. Sunyi. Apa memang Tuhan berkehendak seperti ini? “Tuhan, kenapa jadi seperti ini? Orang yang selama ini aku saying kenapa Kau ambil secepat ini? Kenapa Tuhan? Aku memang bodoh tidak dari dulu menyatakan perasaan yang sudah terpendam sejak lama ini. Memang aku bodoh, hanya bisa melihat diri sendiri senag dan bahagia, tapi tak pernah memikirkan orng lain. Apa ini balasan-Mu ya Tuhan?” ujarku sambil menangis dan meronta. Teman-teman hanya bisa mendekapku dalam pelukan hangat mereka. “Dasar bodoh! Sekali anak bodoh tetaplah anak bodoh...” ujar seseorang. Suara itu... jangan-jangan. Segera aku menoleh ke belakang. Sekilas aku masih tak percaya, tapi dia segera mendekapku. Diam. Aku hanya diam terpaku. “Terima kasih kamu bisa saying sama aku, sudah lama aku ingin mendengar itu langsung dari mulutmu tapi kapan. Ternyata sekaranglah kamu bisa mengungkapkan isi hatimu dengan tulus ikhlas.” Katanya. Setelah itu dia mengecup keningku. Apa ini sungguhan atau aku hanya mimpi? Bukannya dia sudah meninggal? Kenapa masih bisa di hadapanku sekarang? Aneh. Sayang, yang meninggal itu bukan aku. Lagian juga ini bukan rumahku. Aku hanya menguji kamu dengan trik psikologis yang aku ciptakan, dan dengan bantuan paman dan bibi serta teman-teman aksiku pun berjalan dengan lancar. Maafkan aku sebelumnya, bukannya aku bermaksud buruk dengan mempermainkan kematian, tapi hanya ini yang bis aku lakukan sekarang. Karena kamu bisa jujur dengan perasaanmu sendiri dan juga sudah mau kembali ke Jepang dan melanjutkan cita-citamu disana. Hanya itu yang aku inginkan.” Jawabnya. Terima kasih Tuhan, aku tidak kehilangan teman dan juga orang yang sangat aku sayangi.


+End+

2 Nov 2009

CHizUru *kyaaa*





あなたの手紙には読めない字だけ
会ってその口から聞かせて欲しい

慣れない白は苦手 吐息さえ響く
空の色さえ知れたら救われるのに
上手く出来ぬ呼吸もいつか忘れたい
そう願える強さも干涸びそうで

「うつ伏せの明日」歌えば 棘を伝う睡眠
身体に絡ませられたRestraint
Even the mind seems to sleep
頬に触れた熱はとても懐かしく優しい
朦朧の狭間で見た影 暖色の夢

あなたに映る私の目が
あなたを見失う日が来ても
この目に焼き付いてくれている
木洩れひ陽の日々とあなたは
連れて行かないで

滲む白が揺れる
言葉も忘れそう
涙は流れて何処へ行くの
私の名前を呼んで
砕けるくらい抱いて
これ以上失うのは怖い


あなたは何処で私の事歌っているの
耳をすましても響くのは不安定な鼓動
頬に残ってたはずの熱が思い出ない
朦朧の狭間で見たのは 寒色の現実

千羽のとても小さな
あなたの願いに寄り添って
笑顔も返せずにただ
吐息を数えていた記億の最期に。。。
あなたの声が聞こえて
全てを無くした朝
「一つになれぬ二人」

RYuUsEi RoKeTto!!!!!





Kattondeyuku ryuusei roketto mado kara mieru watashi ha
Mioroshitara chippoke de dasaku mieta

Setsunasa ni HELLO!! Nani shitendarou? Watashi baka da yo
Umaku ikanai tsutaerarenai sora wo miagetara

Kagayaku hoshi ga [koko ni oide] to maneku subete wo sutete yozora ni tobikondemiyou

Kattondeyuku ryuusei roketto mado kara mieru watashi ha
Mioroshitara chippoke de dasaku mieta
Seijaku wo mo fukitobaseru kibou ga gendouryoku he
Roman wo te ni tondeyuke gin no hate he

Wabishisa ni SAY BYE!! Mado no soto de ha tsuki ga naiteru
Poketto no naka sora ni shitatte mune ni nokotteru

Negai ya yume ha chiisai koro to onaji kiseki ha kono sekai no hoshi no hitotsu kurai

Yume ni mukai shiawase da to ieru jishin ga nai kara
Shimerikenai junsuisa wo torimodoshite
Moshimo yozora miageru koto aru no nara kizuku hazu da ne
Hikari hanachinagareru hoshi ga watashi da to

Mirai ga aru kara ikiru ikiyasui yo no naka janai keredo
Nakusu mono nado osorezu sono te ni aru kagi wo shinji

Kattondeyuku ryuusei roketto mado kara mieru watashi ha
Mioroshitara chippoke de dasaku mieta
Seijaku wo mo fukitobaseru kibou ga gendouryoku he
Roman wo te ni tondeyuke gin no hate he
Yume ni mukai shiawase da to ieru jishin ga nai kara
Shimerikenai junsuisa wo torimodoshite
Moshimo yozora miageru koto aru no nara kizuku hazu da ne
Hikari hanachinagareru hoshi gin no hate he ADIOS!!

C'eSt La ViE....




oui c'est la vie......

oui c'est la vie, oui c'est la vie
ki mama ni yurameite
oui c'est la vie, oui c'est la vie
omoi wa kogareru

dare ka matteru you na kibun ni kokoro ukarete
kyuujitsu no tobira o kugureba itsu ni naku
toori wa azayaka na yosoi yuki kau shiawase
yubisaki wa sabishiku anata o sagashite

oui c'est la vie, oui c'est la vie
tooku no utagoe o
tadotte yukeba mou atari wa tasogare

this time yasashii koe ga
this night machi ni orite
this time koyoi kagiri no
this night toki o wasureru

kokoro nashi ka nigai tabako wa tameiki majiri
hohoemu hitonami ni yurete wa kiete yuku
douyara hai yaku wa utsuro na tsuu kounin no kizashi
sore nara hissori irodori soeru yo

oui c'est la vie, oui c'est la vie
ki mama ni yurameite
toki ni wa konna hi mo ii kamo shirenai

chizu ni nai tokoro he yasashiku tada yoeba
shirazu ni kuchi zusamu jikan o wasurete

oui c'est la vie, oui c'est la vie
ki mama ni yurameite
oui c'est la vie, oui c'est la vie
omoi wa kogareru